Prabowonomics: Jalan Tengah Ekonomi 2026 antara Sosialisme dan Kapitalisme
Konsep ekonomi yang diusung Presiden Prabowo Subianto, populer dengan sebutan Prabowonomics, menjadi perbincangan hangat di kalangan pengamat.
Gagasan ini muncul sebagai jalan tengah yang mencoba menyeimbangkan antara paham sosialisme dan kapitalisme.
>>> Insentif Kendaraan Listrik 2026: Pemerintah Prioritaskan Baterai Nikel
Diskusi mengenai arah kebijakan ini dapat dimulai dengan meninjau pemikiran tiga ekonom dunia peraih Nobel Ekonomi 2024.
Mereka adalah Daron Acemoglu dan Simon Johnson dari MIT, serta James A. Robinson dari University of Chicago.
Ketiga pakar tersebut melakukan penelitian mendalam mengenai proses pembentukan institusi dan pengaruhnya terhadap tingkat kesejahteraan suatu bangsa.
Fokus riset mereka menekankan bahwa institusi yang inklusif merupakan kunci pendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Di sisi lain, mereka berpendapat bahwa institusi yang bersifat ekstraktif atau eksploitatif justru akan menghambat kemajuan negara.
Namun, teori dari para pemenang Nobel ini tampaknya menemui pengecualian jika melihat fenomena pembangunan di China.
Pengecualian China dan Perspektif Keyu Jin
China menjalankan model state capitalism atau kapitalisme negara yang dikendalikan penuh oleh pemerintah.
Secara politik, China memiliki sistem yang sering dianggap ekstraktif dan otoriter di bawah kendali tunggal Partai Komunis China.
Meskipun memiliki sistem yang unik, ekonomi China mampu mencatatkan pertumbuhan luar biasa di atas 10 persen selama hampir tiga dekade.
Bahkan dalam sepuluh tahun belakangan, pertumbuhan mereka masih stabil di angka rata-rata di atas 5,0 persen.
Pandangan para peraih Nobel tersebut cukup kontras dengan analisis Keyu Jin, seorang ekonom muda berbakat asal China.
Profesor dari London School of Economics ini menuangkan pemikirannya dalam buku "The New China Playbook, Beyond Socialism and Capitalism" yang dirilis tahun 2024.
Update Terbaru
Suporter Inggris Justru Puji Lionel Messi Usai Timnya Disingkirkan Argentina
Kamis / 16-07-2026, 11:49 WIB
Nicho Silalahi Kritik IPW: Seharusnya Desak Copot Kapolri, Bukan Jaksa Agung
Kamis / 16-07-2026, 11:49 WIB
Sherly Tjoanda: Masih Ada 43 Desa di Maluku Utara Belum Berlistrik
Kamis / 16-07-2026, 11:46 WIB
Meutya Hafid Sambut Baik Aturan Pembatasan Gadget di Sekolah
Kamis / 16-07-2026, 11:46 WIB
Vokalis Beartooth Caleb Shomo Umumkan Dirinya Gay, Istri Ajukan Cerai
Kamis / 16-07-2026, 11:46 WIB
Komponen BYD Tang Terlepas Saat Terjang Banjir, Ini Klarifikasi Pabrikan
Kamis / 16-07-2026, 11:41 WIB
Jadwal Bioskop Trans TV 17 - 19 Juli 2026
Kamis / 16-07-2026, 11:34 WIB
Penjelasan Ending Film Ghost Buzzer: Antar Aku Pulang(2026) Akankah Lanjut Musim Kedua?
Kamis / 16-07-2026, 11:26 WIB
Minim Murid SD Negeri di Kota Semarang, Apa Sebabnya?
Kamis / 16-07-2026, 11:21 WIB
Tuchel Akui Bertanggung Jawab atas Kekalahan Inggris dari Argentina
Kamis / 16-07-2026, 11:21 WIB
Apa Itu 'Las Malvinas' yang Diungkit Argentina usai Tekuk Inggris?
Kamis / 16-07-2026, 11:21 WIB
Pemprov DKI Panggil Pemilik Truk Terkait Kerugian JPO Tendean Miliaran Rupiah
Kamis / 16-07-2026, 11:21 WIB







