Prabowonomics: Jalan Tengah Ekonomi 2026 antara Sosialisme dan Kapitalisme
Prabowonomics secara istilah kerap disepadankan dengan state capitalism atau major economy yang memiliki landasan konstitusional kuat.
Rujukannya adalah Pasal 33 Ayat 2 UUD 1945 yang menyatakan bahwa cabang produksi penting bagi negara harus dikuasai oleh negara.
Prinsip ini menegaskan bahwa segala hal yang menyangkut hajat hidup orang banyak wajib berada di bawah kendali otoritas negara.
Gagasan ini tentu bertolak belakang dengan pemikiran ekonomi liberal yang diusung oleh tokoh seperti Milton Friedman atau Margaret Thatcher.
Para pemikir liberal meyakini prinsip bahwa pemerintahan terbaik adalah yang paling sedikit melakukan intervensi.
Sebaliknya, Prabowonomics berupaya memutar arah pembangunan dari pasar liberal menuju kapitalisme negara yang proaktif.
Dalam sistem ini, pemerintah bukan hanya sekadar wasit, melainkan juga bertindak sebagai penggerak utama atau prime mover ekonomi.
Respons Pasar Terhadap Kebijakan Baru
Sama seperti yang dialami China, ide kapitalisme negara di Indonesia juga memicu resistensi dari berbagai pihak.
Tantangan muncul tidak hanya dari kalangan pemikir beraliran liberal, tetapi juga memberikan pengaruh signifikan terhadap persepsi investor global.
Sentimen ini tercermin dari adanya aliran modal keluar atau net outflow di pasar modal Indonesia baru-baru ini.
Kondisi tersebut menyebabkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat menyentuh level terendah dalam setahun terakhir di posisi 6.318.
Dampak serupa juga terlihat di pasar surat berharga negara serta pasar uang nasional.
Tekanan jual dari investor asing ini memicu pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hingga menembus angka Rp17.598.
Selain itu, rencana pengelolaan ekspor Sumber Daya Alam melalui Danantara Indonesia turut menjadi sorotan pasar.
Indeks harga saham perusahaan-perusahaan di sektor sumber daya alam pun mengalami koreksi yang cukup dalam pasca pidato tersebut.
Update Terbaru
Mayapada Hospital Kuningan Luncurkan International Care Concierge untuk Komunitas Global
Kamis / 16-07-2026, 13:28 WIB
Cerita dari SDN Hanya Satu Murid Baru di Kampung KB Ciamis
Kamis / 16-07-2026, 13:26 WIB
10 Kota Terbaik untuk Liburan Luar Negeri Pertama, Bukan Paris atau London
Kamis / 16-07-2026, 13:26 WIB
Prabowo Resmikan Groundbreaking PSN Blok Masela Hari Ini
Kamis / 16-07-2026, 13:26 WIB
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Target Bawa Timnas ke Piala Dunia 2030
Kamis / 16-07-2026, 13:22 WIB
Perang Iran Belum Selesai, Trump Sudah Siapkan Rencana Invasi ke Kuba
Kamis / 16-07-2026, 13:21 WIB
Lionel Messi Bantah Argentina 'Anak Emas' FIFA: Kami ke Final karena Kerja Keras
Kamis / 16-07-2026, 13:21 WIB
WN Singapura Cekik Pacar di Bali Hingga Tewas, Pelaku Ditangkap
Kamis / 16-07-2026, 13:21 WIB
Iran Lancarkan Serangan Siber ke HP Tentara AS di Timur Tengah
Kamis / 16-07-2026, 13:21 WIB
Terungkap Isi Cekcok Bellingham dan Messi Saat Inggris vs Argentina
Kamis / 16-07-2026, 13:21 WIB
Cristian Romero Viral Usai Rayakan Gol dan Kemenangan di Depan Pemain Inggris
Kamis / 16-07-2026, 13:21 WIB
FIFA Rencanakan Halftime Show di Final Piala Dunia 2026, Kontroversi Muncul
Kamis / 16-07-2026, 13:16 WIB
Menteri PU Bantah Mutasi Pegawai Terkait Bocornya Surat Perjalanan Dinas
Kamis / 16-07-2026, 13:16 WIB
AS Ikut Tembaki Kapal Tanker di Dekat Selat Hormuz, Ada Apa?
Kamis / 16-07-2026, 13:16 WIB







