Keyu Jin mencatat adanya pandangan ekstrem dari para ekonom Barat yang meramalkan kegagalan pembangunan ekonomi China.

Mereka meyakini kegagalan akan terjadi jika China tidak mengadopsi nilai-nilai ekonomi serta sistem politik ala Barat.

Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa China tetap berhasil membangun ekonominya dengan berpegang teguh pada nilai serta budaya mereka sendiri.

Model ini lebih tepat dipandang sebagai bentuk Marxisme yang telah bertransformasi mengikuti karakteristik lokal China.

Sistem ini sering disebut sebagai managed capitalism atau major economy, yakni kapitalisme dengan ciri khas budaya setempat.

Model ini sangat berbeda dengan ekonomi pasar bebas Barat yang mengedepankan peran sektor swasta dan mekanisme pasar secara penuh.

Ciri utama dari model ekonomi hibrida China antara lain:

  • Penerapan sistem keuangan dengan kendali modal atau capital control yang ketat.
  • Dukungan pembiayaan yang bersumber langsung dari dana negara.
  • Pengutamaan peran BUMN sebagai pilar ekonomi.
  • Intervensi kebijakan industri yang terukur untuk mencapai target nasional jangka panjang.

Landasan Pemikiran Prabowonomics

Dasar pemikiran Prabowonomics dapat ditemukan dalam buku karya Prabowo Subianto berjudul "Paradox Indonesia dan Solusinya" yang dipublikasikan pada Mei 2022.

Presiden Prabowo kembali menegaskan visi besarnya mengenai state capitalism dalam pidato di ruang rapat paripurna MPR/DPR/DPD pada Mei 2026.

Gagasan ini ternyata memiliki akar sejarah panjang yang bermula dari diskusi pribadi dengan ayahandanya, Prof. Sumitro Djojohadikusumo.

Diskusi di meja makan tersebut membahas mengenai konsep ekonomi campuran atau mixed economy.

Konsep ini diposisikan sebagai sistem yang melampaui kapitalisme namun juga tidak sepenuhnya terjebak dalam sosialisme.

>>> Mengenal REEV, Teknologi Mobil Listrik Terbaru yang Lebih Irit dari Hybrid Biasa