Indonesia resmi memulai rangkaian Road to The 3rd Global Forum for Sustainable Resilience (GFSR) 2026. Langkah ini bertujuan memperkuat sinergi implementasi berbagai komitmen global menjelang target 2030.

Pemerintah mendorong penyelarasan agenda perubahan iklim, pengurangan risiko bencana, dan pembangunan berkelanjutan. Ketiga agenda tersebut selama ini dinilai masih berjalan secara terpisah.

>>> Lineup dan Jadwal Timnas HOK di Asian Games 2026

Rangkaian Road to GFSR 2026 dibuka melalui Seminar Nasional "Menuju Resiliensi Berkelanjutan". Seminar ini menjadi forum awal untuk membahas integrasi kebijakan lintas sektor.

GFSR merupakan forum global yang fokus pada ketahanan berkelanjutan. Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan edisi ketiga pada tahun 2026.

Melalui rangkaian ini, Indonesia ingin memastikan bahwa upaya adaptasi iklim dan mitigasi bencana tidak berjalan sendiri-sendiri. Integrasi diharapkan dapat mempercepat pencapaian target pembangunan berkelanjutan.

>>> GIIAS 2026 Catat Rekor Peserta Terbanyak, Industri Otomotif Nasional Tunjukkan Tren Positif

Seminar nasional tersebut menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk akademisi, praktisi, dan pembuat kebijakan. Diskusi difokuskan pada strategi resiliensi yang terpadu.

Pemerintah optimistis bahwa penyelarasan agenda global akan menciptakan dampak yang lebih efektif. Hal ini penting mengingat tantangan perubahan iklim dan bencana yang semakin kompleks.

>>> Pembaruan Besar Google Maps Hadir di Android Auto dengan Navigasi Imersif

Road to GFSR 2026 akan berlangsung hingga tahun 2026. Berbagai kegiatan direncanakan untuk membangun momentum menuju forum utama.