Gas ini tidak menyebar secara mendatar atau horizontal di atas permukaan tanah, kecuali jika ada tiupan angin kencang.

Kabar baiknya, saat gas metana berada di ruang terbuka, konsentrasinya akan segera menurun drastis.

Hal ini terjadi karena gas akan langsung bercampur dengan udara bebas di lingkungan sekitar.

"Biasanya kalau sudah berada di luar ruangan, kadarnya akan sangat jauh berkurang sehingga relatif aman bagi lingkungan," jelas Sarju.

Dengan bantuan kipas angin yang mengalirkan udara ke luar, gas akan segera terencerkan oleh oksigen.

Jika konsentrasinya sudah sangat rendah, maka peluang munculnya api akan hilang sepenuhnya.

Sarju meyakini bahwa dengan mengikuti rekomendasi tersebut, situasi di rumah warga Seyegan ini akan terkendali.

"Insyaallah aman asalkan sirkulasi udaranya terjaga dengan baik," tegasnya optimis.

Hingga saat ini, Tim Fakultas Teknik UGM masih terus melakukan pendalaman untuk mencari sumber pasti gas tersebut.

>>> Acha Septriasa Ungkap Sisi Mengejutkan Tugas Istri Usai Syuting Suamiku Lukaku 2026

Penelitian lanjutan ini juga akan mengevaluasi apakah mitigasi yang diterapkan sudah berjalan efektif atau belum.