Dalam kondisi tertentu, interaksi kimia ini dapat memicu timbulnya api secara spontan.

Sarju menekankan pentingnya memperbaiki ventilasi sebagai langkah darurat paling efektif saat ini.

Ruangan yang tertutup rapat akan membuat gas mudah terkumpul dan mencapai titik jenuh yang berbahaya.

Ia juga menyarankan penghuni rumah untuk sementara waktu beraktivitas di lantai dua saja.

"Lantai satu sebaiknya didiamkan dulu selama satu bulan ke depan," tutur Sarju saat ditemui di lokasi kejadian.

>>> Fenomena Baru Penyebab Cari Kerja di RI Makin Sulit, Ini Kata Pengamat

Pihak kampus berjanji akan terus memantau perkembangan situasi ini secara berkala.

Jika ditemukan perubahan atau peningkatan aktivitas gas, tim akan segera melakukan langkah evaluasi tambahan.

Menurut Sarju, akses udara dari luar rumah memang harus diperbesar agar aliran udara menjadi lebih lancar.

Hal ini bertujuan agar gas yang muncul dari tanah atau air tidak mudah terperangkap di dalam ruangan.

Detail Rencana Mitigasi Sirkulasi Udara

Berikut metode mitigasi yang direkomendasikan: pemasangan blower untuk mempercepat pertukaran udara dan membuang akumulasi gas; pembukaan ventilasi untuk menurunkan konsentrasi gas metana hingga ke level aman; serta pengosongan lantai 1 untuk menghindari kontak langsung warga dengan area risiko tinggi.

Penerapan tabel mitigasi di atas diharapkan menjadi panduan praktis bagi pemilik rumah dalam mengelola risiko.

Penggunaan alat bantu elektrik seperti blower dianggap solusi tercepat untuk kondisi ruangan yang sulit mendapat angin alami.

Karakteristik Gas Metana dan Faktor Keamanan

Meskipun fenomena ini cukup mencemaskan, Sarju mengimbau warga agar tidak merasa khawatir secara berlebihan.

Ia menjelaskan bahwa gas metana memiliki karakteristik yang cenderung bergerak naik ke atas menuju atmosfer.