Tim dari Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan pemeriksaan di sebuah hunian yang mengalami fenomena api misterius di Kecamatan Seyegan, Kabupaten Sleman, pada Sabtu (30/5/2026).

Para ahli memberikan beberapa rekomendasi mitigasi untuk mencegah bahaya kebakaran lebih lanjut.

>>> Kolesterol dan Gula Darah Tinggi Bisa Picu Kerusakan Hati, Waspadai Gejala Diam

Fokus utama saran tim ahli adalah memperbaiki tata kelola udara di dalam ruangan tersebut.

Rekomendasi Mitigasi dari Tim UGM

Langkah teknis yang disarankan meliputi peningkatan sistem ventilasi agar udara luar dapat masuk lebih bebas.

Selain itu, tim menyarankan pemasangan kipas angin atau blower untuk mendorong sirkulasi udara.

Penghuni juga diminta meminimalkan penggunaan ruangan di lantai satu untuk sementara waktu.

Aliran udara harus tetap stabil agar gas tidak terperangkap pada benda-benda di dalam rumah.

Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat memecah konsentrasi gas yang terjebak di area hunian.

Dengan sirkulasi yang baik, risiko munculnya api secara tiba-tiba dapat diminimalisir secara signifikan.

Dugaan Penyebab: Akumulasi Gas Metana

Berdasarkan hasil observasi lapangan, tim menduga kuat bahwa kemunculan api ini dipicu oleh akumulasi gas metana.

Gas tersebut diperkirakan berasal dari lingkungan sekitar yang kemudian merembes masuk ke dalam rumah.

Salah satu titik krusial adalah material berpori di dalam ruangan, seperti sofa dan tumpukan pakaian.

Benda-benda tersebut diketahui dapat memerangkap gas metana dalam konsentrasi yang cukup tinggi.

Penjelasan Ilmiah dari Dosen UGM

Dosen Departemen Teknik Geologi Fakultas Teknik UGM, Sarju Winardi, memberikan penjelasan ilmiah mengenai fenomena ini.

Ia menyebutkan bahwa gas metana tersebut kemungkinan besar terbawa oleh air yang terkontaminasi.

Ketika air yang mengandung gas tersebut keluar ke permukaan, gas akan bereaksi dengan oksigen di udara bebas.