Kebiasaan mengonsumsi makanan berminyak dan minuman manis kini menjadi bagian dari gaya hidup modern. Sayangnya, kebiasaan ini jarang diimbangi dengan aktivitas fisik yang cukup.

Akibatnya, kadar kolesterol dan gula darah meningkat. Kondisi ini tidak hanya memicu obesitas atau diabetes, tetapi juga dapat merusak fungsi hati.

>>> Fenomena Baru Penyebab Cari Kerja di RI Makin Sulit, Ini Kata Pengamat

Dampak Tersembunyi pada Hati

Penumpukan lemak di hati akibat gangguan metabolik dikenal sebagai Metabolic Dysfunction-associated Steatotic Liver Disease (MASLD). Gangguan ini sering berkembang tanpa gejala yang jelas.

Dr. dr. Kaka Renaldi, Sp. PD-KGEH, FINASIM dari Mayapada Hospital Kuningan menjelaskan bahwa masalah hati erat kaitannya dengan gangguan metabolik.

Kondisi ini biasanya berlangsung perlahan tanpa disadari pasien.

Tanda awal yang perlu diwaspadai meliputi kadar kolesterol dan gula darah tidak terkendali, peningkatan trigliserida, pertambahan berat badan, serta lingkar perut membesar.

Jika parameter metabolik ini meningkat, sebaiknya segera periksa kesehatan hati.

Pada tahap awal, perlemakan hati atau fatty liver sering tidak menimbulkan keluhan fisik. Banyak orang tetap merasa bugar meski perubahan negatif sedang terjadi di dalam tubuh.

Deteksi Dini di Mayapada Hospital

Mayapada Hospital Kuningan (MHKN) menyediakan layanan khusus untuk kesehatan hati dan gangguan metabolik. Layanan ini fokus pada penanganan obesitas, diabetes, dan sindrom metabolik secara komprehensif.

>>> Acha Septriasa Ungkap Sisi Mengejutkan Tugas Istri Usai Syuting Suamiku Lukaku 2026

Fasilitas yang tersedia meliputi teknologi USG Elastografi untuk pemeriksaan hati non-invasif, Total Body Matrix Assessment (TBMA) untuk evaluasi komposisi tubuh, serta pencitraan medis seperti USG Abdomen, CT Scan, dan MRI.

Prosedur endoskopi juga tersedia untuk evaluasi saluran pencernaan.