Aktris Acha Septriasa kembali menunjukkan totalitasnya melalui film terbaru berjudul Suamiku Lukaku.

Dalam film ini, ia memerankan Amina, seorang istri dan ibu yang terjebak dalam kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

>>> Sinopsis Badut Gendong: Kisah Pilu Pengamen yang Berujung Teror Mencekam

Peran tersebut memberikan pelajaran dan refleksi mendalam bagi Acha. Ia menyadari bahwa ekspektasi publik terhadap istri dan ibu sering menjadi beban berat.

Stigma Sosial dan Beban Mental Istri

Menurut Acha, perempuan kerap dipandang harus serba bisa dalam berbagai aspek keluarga. Namun, mereka juga menjadi sasaran stigma sosial.

Ia menyebut fenomena ini sebagai warisan budaya lama yang memposisikan perempuan sebagai wajah stabilitas keluarga. Perempuan sering dipaksa menjadi garda terdepan menjaga citra keluarga.

Akibatnya, mereka merasa tidak punya pilihan selain menanggung beban emosional. Hal ini demi menjaga kehormatan rumah tangga yang retak.

Berikut poin penting mengenai tekanan yang dihadapi perempuan menurut Acha:

  • Perempuan dituntut memiliki kemampuan adaptasi tinggi dalam berbagai peran rumah tangga.
  • Jika terjadi masalah domestik, istri cenderung disalahkan oleh lingkungan.
  • Stigma sosial memaksa korban kekerasan untuk menutupi konflik demi reputasi keluarga.
  • Kesabaran dianggap tugas terberat sekaligus kunci utama menjaga pernikahan.

Acha menekankan bahwa kesabaran sering menjadi modal besar bagi istri untuk bertahan dalam badai rumah tangga.

Perspektif Mengenai Keberhasilan Pernikahan

Acha juga membagikan perspektif tentang pembagian tanggung jawab suami-istri. Ia menilai kontribusi finansial suami bukan satu-satunya faktor penentu keharmonisan.

>>> Cici Nuni Ungkap Rahasia Sukses Jadi Affiliator, Penghasilan Setara Kantoran

Menurutnya, ketika istri mampu menjaga kesabaran, ia telah menyelesaikan setengah permasalahan pernikahan. Sementara suami dianggap menyelesaikan separuh urusan jika mampu mencukupi kebutuhan finansial.