Kepadatan jemaah yang sangat tinggi dalam area terbatas memperparah dampak dari kerusakan fasilitas tersebut.

Menurut Marwan, pemerintah harus melahirkan langkah baru dan terobosan kebijakan untuk memutus rantai masalah yang selalu berulang.

Masalah di Mina dianggap sebagai isu klasik yang memerlukan solusi permanen dari penyelenggara.

Berikut adalah ringkasan kendala teknis yang terjadi di lapangan:

  • Suhu Ruangan: Pendingin udara (AC) tidak berfungsi maksimal di dalam tenda.
  • Sumber Daya Air: Ketersediaan air bersih tidak memadai di beberapa titik strategis.
  • Kapasitas Ruang: Terjadi kepadatan berlebih akibat jumlah jemaah yang tidak sesuai luas tenda.

Meskipun terdapat berbagai kritik pedas terhadap layanan di Armuzna, Marwan menilai jalannya haji tahun ini secara umum tetap positif.

Tahapan ibadah sejak awal hingga puncak pelaksanaan dinilai masih berjalan sesuai jadwal yang direncanakan.

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berdedikasi melayani para tamu Allah selama di tanah suci.

Timwas berharap sinergi antarlembaga dapat terus diperkuat demi kenyamanan jemaah asal Indonesia di masa mendatang.

>>> Masa Depan AI dalam Pandangan Hegel hingga Habermas, Ini Analisis Terbarunya (Bag II)

>>> Rahasia China Kuasai Ekspor Furnitur Dunia: Ekosistem Terintegrasi

>>> Aturan Baru PPh Final UMKM 0,5% Berlaku 2026, Ini Daftar Wajib Pajak yang Berhak Membayar