China masih memegang posisi sebagai eksportir furnitur terbesar di dunia. Pada tahun 2024, nilai ekspornya mencapai US$ 36 miliar.

Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), Abdul Sobur, mengungkapkan kunci kekuatan China. Menurutnya, efisiensi kolektif menjadi faktor utama.

>>> Aturan Baru PPh Final UMKM 0,5% Berlaku 2026, Ini Daftar Wajib Pajak yang Berhak Membayar

Seluruh elemen industri di China bergerak beriringan. Hal ini menciptakan daya saing tinggi di pasar global.

Belajar dari Ekosistem Nankang

Sobur mengunjungi Nankang, Jiangxi, untuk melihat langsung transformasi kawasan tersebut. Nankang berhasil menjadi pusat furnitur dunia.

Keberhasilan itu didorong oleh penyatuan rantai pasok dalam satu koordinasi. Ekosistem di Nankang mencakup teknologi, sumber daya manusia, dan kebijakan pemerintah.

Faktor utama kekuatan ekosistem furnitur Nankang meliputi beberapa aspek. Pertama, ketersediaan bahan baku yang dikelola sistematis.

Kedua, penerapan mesin produksi modern dan inovasi desain. Ketiga, dukungan logistik yang efisien untuk distribusi global.

Keempat, penyediaan pendidikan vokasi untuk tenaga terampil. Kelima, pemanfaatan perdagangan digital dan dukungan kebijakan pemerintah.

Sistem terintegrasi ini dinilai relevan untuk diadopsi Indonesia. Saat ini, sektor kerajinan dalam negeri masih dianggap tradisional.

Potensi Strategis Industri Mebel Nasional

Industri furnitur bukan sekadar produksi barang. Sektor ini padat karya dan mampu menyerap tenaga kerja masif.

>>> Harga Minyak Dunia Anjlok ke US$92 Usai Hubungan AS-Iran Membaik, Ini Update Terbaru 2026

Rantai ekonominya membentang dari hulu ke hilir. Sektor ini menghidupkan petani kayu, pengrajin, desainer, hingga tenaga pemasaran.

Sobur menegaskan bahwa mebel dan kerajinan adalah representasi identitas bangsa. Dampak positifnya terasa di berbagai sektor lain.

Sektor kehutanan dan perkebunan menjadi penyedia bahan baku. Ekonomi kreatif berkembang melalui desain berbasis kearifan lokal.

Pariwisata mendapat pasokan furnitur hotel dan suvenir. Perdagangan mencatat peningkatan ekspor non-migas dan devisa.

Membangun Identitas Industri Sendiri

Indonesia memiliki modal kuat untuk bersaing di level dunia. Kekayaan sumber daya alam dan keanekaragaman budaya menjadi keunggulan.

Namun, Sobur mengingatkan bahwa keberhasilan tidak instan. Diperlukan konsistensi bertahun-tahun membangun ekosistem solid.

Indonesia tidak perlu menjiplak model China. Indonesia harus berani membentuk model industri sendiri sesuai karakter nasional.

>>> Mengenal Jenis-Jenis Piutang Terbaru 2026, Cara Kelola Aman dan Tanpa Ribet

"Indonesia tidak perlu menjadi China kedua. Indonesia harus menjadi Indonesia pertama," tegas Sobur.