Ekspor China Melonjak 19 Persen Berkat Permintaan Perangkat AI
Ekspor China melonjak lebih dari 19 persen pada Mei 2026, didorong oleh tingginya permintaan global terhadap perangkat kecerdasan buatan (AI).
Data dari Administrasi Umum Kepabeanan menunjukkan pertumbuhan tersebut melampaui perkiraan median para ekonom sebesar 15 persen.
>>> Bank Mandiri Salurkan KUR Rp30 Juta dengan Bunga Ringan dan Tanpa Agunan
Kenaikan ini menjadi yang tertinggi dalam tiga bulan terakhir.
Sementara itu, impor China juga melonjak lebih dari 27 persen, menghasilkan surplus perdagangan sebesar US$105,4 miliar, angka terbesar sejak Januari.
Lonjakan perdagangan ini dipicu oleh pembangunan infrastruktur AI global yang mengimbangi gangguan geopolitik akibat perang di Iran dan krisis energi Timur Tengah.
Sektor komputer dan suku cadangnya mencatat percepatan pengiriman ke luar negeri hingga 66 persen, sementara penjualan sirkuit terpadu melonjak 111 persen.
Dampak pada Perusahaan dan Sektor Teknologi
Kinerja ekspor yang kuat memberikan bantalan terhadap melemahnya kondisi domestik China.
"Ini menunjukkan dukungan berkelanjutan dari permintaan perangkat terkait AI dan kemungkinan pemesanan pesanan luar negeri yang dimajukan di tengah ketidakpastian geopolitik," ujar Hao Zhou, ekonom utama di Guotai Junan International Holdings.
>>> Ekonomi Korea Selatan Tumbuh 1,8 Persen pada Kuartal I 2026
Lonjakan perdagangan menguntungkan perusahaan manufaktur perangkat keras seperti Zhongji Innolight Co. asal China dan Samsung Electronics Co. dari Korea Selatan.
Ekspor komoditas teknologi tinggi ke Amerika Serikat naik hampir 36 persen, tertinggi sejak 2021.
Meskipun ekspor teknologi tinggi berkembang pesat dan memperkuat posisi yuan, ekonomi domestik China masih menghadapi tantangan akibat lesunya permintaan konsumen pada produk tradisional seperti pakaian.
Volume impor minyak mentah China juga turun 5 persen pada lima bulan pertama 2026.
"China mencatatkan pertumbuhan ekspor yang kuat meskipun di tengah ketidakpastian ekonomi global dan penguatan nilai tukar renminbi tahun ini," kata Zhiwei Zhang, kepala ekonom di Pinpoint Asset Management.
>>> Jasa Armada Indonesia Siapkan Belanja Modal Rp74 Miliar untuk Dua Kapal Tunda
Ia menambahkan bahwa pertumbuhan ini menunjukkan daya saing perusahaan-perusahaan China di pasar internasional.
Update Terbaru
Wasit Somalia Ditolak Masuk AS, Batal Pimpin Piala Dunia 2026
Selasa / 09-06-2026, 13:13 WIB
50 Pertanyaan Edukasi untuk Cegah Bullying di Sekolah dan Lingkungan
Selasa / 09-06-2026, 13:13 WIB
Krisis Memori AI Dorong Harga Kartu Grafis Kelas Menengah Naik Hingga 30 Persen
Selasa / 09-06-2026, 13:12 WIB
Ribuan Penyandang Disabilitas Nobar Film Inklusif di Tujuh Kota
Selasa / 09-06-2026, 13:12 WIB
Kemensos Buka 3.053 Formasi Guru Sekolah Rakyat 2026 untuk PPPK
Selasa / 09-06-2026, 13:12 WIB
DPR RI Sahkan RUU Kepolisian Menjadi Undang-Undang
Selasa / 09-06-2026, 13:12 WIB
William Saliba Dipastikan Fit Bela Timnas Prancis di Piala Dunia 2026
Selasa / 09-06-2026, 13:12 WIB
Tanggal Berapa Malam 1 Suro 2026? Cek Jadwal dan 8 Mitos yang Masih Dipercaya
Selasa / 09-06-2026, 13:12 WIB
Katy Perry Siap Guncang Panggung Eropa Lewat The Lifetimes Tour
Selasa / 09-06-2026, 13:09 WIB
Kemenkomdigi Targetkan Lelang Spektrum 5G Rampung Sebelum 17 Agustus 2026
Selasa / 09-06-2026, 13:09 WIB
Ariana Grande dan Ethan Slater Putus Setelah 3 Tahun Pacaran
Selasa / 09-06-2026, 13:09 WIB
FINI Soroti Aturan Ekspor Feronikel Satu Pintu Lewat Danantara
Selasa / 09-06-2026, 13:08 WIB
Muhasabah Menjelang Tahun Baru Hijriah: Momentum Evaluasi Diri
Selasa / 09-06-2026, 13:08 WIB
Penggemar BTS Padati Warnet di Jakarta Jelang Penjualan Tiket Konser
Selasa / 09-06-2026, 13:08 WIB






