PT Jasa Armada Indonesia Tbk. (IPCM) mengalokasikan belanja modal sebesar Rp74 miliar pada tahun 2026. Dana tersebut akan digunakan untuk mendanai pengadaan armada baru.

Rencana ekspansi korporasi ini disampaikan manajemen dalam acara pemaparan publik daring pada Selasa (9/6/2026). IPCM merupakan anak usaha PT Pelindo Jasa Maritim.

>>> Produser Reza Aditya Tanggapi Laporan Polisi Aktris Ratu Sofya

Direktur Armada dan Operasi IPCM, Arief Hermawan, menjelaskan bahwa proyek pengadaan kapal baru ini menggunakan skema tahun jamak.

Hal ini demi menjaga keandalan pelayanan.

"Pada tahun 2026 ini, IPCM mengalokasikan capex sebesar Rp74 miliar, dari kebutuhan dana sebesar Rp148,8 miliar.

Ini multi-year untuk pembangunan kapal tunda baru dengan estimasi penyelesaian selama 28 bulan untuk dua kapal tunda," ujar Arief.

Manajemen menegaskan penerapan prinsip kehati-hatian dalam investasi. Strategi ini bertujuan memastikan nilai optimal bagi masa depan perseroan serta memperluas jangkauan ke pasar-pasar baru.

>>> PT Inka Ekspansi Pabrik dengan PMN Rp473 Miliar

Pengembangan Jaringan Pelabuhan dan STS

Direktur Utama IPCM, Shanti Puruhita, memaparkan rencana pengembangan jaringan pada segmen pelabuhan dan aktivitas ship-to-ship (STS).

Pelindo Grup bersiap melipatgandakan kapasitas New Priok Container Terminal 1 dan 2 dalam lima tahun ke depan.

Selain itu, perseroan juga mengembangkan Pelabuhan Kijing dan Pelabuhan Patimban.

"Pelabuhan Patimban, kalau dulu hanya dikenal untuk mengelola mobil, saat ini telah mulai bergerak di fase kedua, yaitu untuk mengelola peti kemas.

Ini akan saling melengkapi antara Tanjung Priok dan Patimban," ujar Shanti.

>>> Akmal Haris Raup Ratusan Juta dari Investasi Saham, Modal Awal Rp10 Juta

Untuk segmen STS, IPCM kini membidik beberapa wilayah strategis baru. Wilayah target tersebut akan difokuskan pada pengembangan aktivitas pemindahan muatan lepas pantai, komoditas batu bara, serta LNG.