Ekonomi Jepang Melambat pada Kuartal I 2026 Dipicu Lesunya Belanja Modal
Pertumbuhan ekonomi Jepang kehilangan momentum pada kuartal pertama tahun 2026.
Kantor Kabinet Jepang merilis revisi data Produk Domestik Bruto (PDB) pada Senin (8/6/2026) yang menunjukkan perlambatan akibat lesunya investasi korporasi dan risiko konflik bersenjata di Timur Tengah.
>>> Universitas Udayana Buka Pendaftaran Seleksi Mandiri Nilai UTBK 2026
Ekonomi Jepang tumbuh sebesar 1,8% secara tahunan (annualized) pada kuartal pertama. Angka ini direvisi turun dari perkiraan awal yang mencapai 2,1%.
Meskipun melambat, capaian tersebut masih di atas ekspektasi para ekonom yang memprediksi pertumbuhan di angka 1,3%.
Tanpa disetahunkan (non-annualized), PDB Jepang tercatat tumbuh 0,5%, sama dengan data awal dan sedikit lebih tinggi dari perkiraan pasar sebesar 0,3%.
Laporan kuartalan ini menunjukkan kontras antara daya beli masyarakat dan investasi sektor korporasi.
Konsumsi sektor swasta yang menyumbang lebih dari separuh perekonomian Jepang tumbuh positif 0,3%, sesuai estimasi awal.
Sebaliknya, belanja modal perusahaan (capital expenditure) menyusut 0,7% pada kuartal pertama. Angka investasi ini direvisi turun cukup dalam dari proyeksi awal yang sempat diperkirakan naik 0,3%.
Sektor permintaan eksternal melalui ekspor neto berkontribusi menambah 0,3 poin persentase terhadap PDB.
Sementara itu, permintaan domestik menyumbang 0,2 poin persentase, di mana kedua angka ini tidak berubah dari rilis perdana.
Dampak Inflasi dari Blokade Selat Hormuz
Pemerintahan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, telah merampungkan draf anggaran belanja tambahan sebesar $19 miliar untuk tahun fiskal ini pada Rabu pekan lalu.
>>> SpaceX Alokasikan 30% Saham IPO untuk Investor Ritel, Total US$22,5 Miliar
Anggaran darurat tersebut dialokasikan untuk mengatasi lonjakan biaya energi pada sektor rumah tangga.
Update Terbaru
Florentino Perez Kembali Pimpin Real Madrid Usai Kalahkan Riquelme
Senin / 08-06-2026, 08:39 WIB
IHSG Diprediksi Melemah Lagi, Tertekan Sentimen Global dan Regional
Senin / 08-06-2026, 08:38 WIB
Pemerintah Belum Pastikan Pencairan BLT Kesra Rp900.000 Juni 2026
Senin / 08-06-2026, 08:36 WIB
Bursa Saham Asia Terpuruk Tiga Hari Beruntun Akibat Aksi Jual Teknologi
Senin / 08-06-2026, 08:36 WIB
Atlus Pamerkan Trailer Gameplay Persona 4 Revival di Xbox Showcase
Senin / 08-06-2026, 08:34 WIB
Citra Tubindo Bagikan Dividen Rp 372 Miliar Imbas Kinerja Positif
Senin / 08-06-2026, 08:34 WIB
Studi University of York: Kebiasaan Bicara Dongkrak Kecerdasan Anak
Senin / 08-06-2026, 08:33 WIB
Timnas Indonesia U19 Lolos Semifinal Piala AFF Usai Tekuk Vietnam
Senin / 08-06-2026, 08:32 WIB
Investor Domestik Borong Saham BBCA Rp 1,1 Triliun Saat Asing Lepas
Senin / 08-06-2026, 08:32 WIB
Pembeli Mobil Listrik Bekas Wajib Periksa Kondisi Baterai
Senin / 08-06-2026, 08:32 WIB
Bybit Buka Akses IPO SpaceX untuk Investor Ritel Lewat Token Saham
Senin / 08-06-2026, 08:32 WIB
Dokter Anak Ingatkan Orang Tua Tidak Hentikan Konsumsi Susu pada Anak Obesitas
Senin / 08-06-2026, 08:32 WIB
Harga Minyak Mentah Dunia Melonjak Imbas Serangan Israel ke Lebanon
Senin / 08-06-2026, 08:28 WIB
Prabowo Lantik Tiga Pimpinan Badan Gizi Nasional dan Terima Duta Besar
Senin / 08-06-2026, 08:28 WIB






