Hubungan Jepang dengan pasar energi global saat ini rentan akibat krisis geopolitik di Timur Tengah.

Serangan militer AS-Israel ke Iran pada akhir Februari lalu yang disusul pemblokiran efektif Selat Hormuz oleh Teheran telah mengerek harga minyak dunia.

Selat Hormuz merupakan jalur vital yang menampung seperlima pasokan minyak dan gas global.

Ketergantungan tinggi Jepang terhadap pasokan minyak mentah dari kawasan tersebut membuat negara ini berada di garis depan yang paling terdampak.

Meroketnya harga bahan bakar mulai memicu inflasi domestik, mengikis daya beli masyarakat, serta mempersempit margin keuntungan korporasi.

Risiko penurunan ekonomi yang parah kini mengintai jika gangguan pasokan energi terus berlanjut.

Arah Kebijakan Moneter Bank of Japan

Di tengah situasi ekonomi yang penuh tantangan, Bank of Japan (BOJ) dijadwalkan menggelar rapat kebijakan moneter selama dua hari pada pekan depan.

Sejumlah sumber internal mengungkapkan kepada Reuters bahwa BOJ diperkirakan akan tetap melanjutkan rencana untuk menaikkan suku bunga acuan pada bulan ini.

>>> Resep Croffle Gurih dan Renyah Anti Gagal ala Kafe, Praktis Pakai Puff Pastry

Langkah pengetatan moneter tersebut akan tetap dieksekusi, kecuali jika terjadi eskalasi konflik militer yang luar biasa di Timur Tengah hingga merontokkan stabilitas pasar keuangan global secara ekstrem.