Seorang pemuda asal Trenggalek, Jawa Timur, bernama Akmal Haris berhasil membuktikan bahwa generasi muda bisa meraih hasil signifikan dari investasi saham.

Pencapaian tersebut diraih berkat konsistensi belajar dan kedisiplinan yang diterapkan sejak dini, seperti dikutip dari Investor Daily.

>>> BRIN Ungkap Ketidakpastian Sumber Gempa Aktif di Pulau Jawa

Perjalanan Akmal di pasar modal dimulai pada tahun 2020, saat pandemi COVID-19 memicu gejolak ekonomi global.

Di tengah ketidakpastian, pemuda yang saat itu baru berusia 17 tahun justru melihat peluang untuk masuk ke industri keuangan.

Ia memilih menggunakan uang tabungannya sebesar Rp10 juta sebagai modal awal untuk diputar di instrumen saham.

Langkah itu diambil karena ia menilai dana tersebut akan lebih berkembang melalui investasi daripada hanya disimpan di rekening.

"Awalnya cuma penasaran dan ingin memanfaatkan waktu luang saat sekolah daring.

Modal Rp10 juta itu saya putuskan untuk diputar di saham," ujar Akmal dalam keterangan pers, Selasa (9/6/2026).

Meski memulai dengan modal terbatas, ia paham bahwa keberhasilan di pasar modal tidak terjadi secara instan.

Ia mempelajari berbagai materi investasi secara autodidak, meliputi analisis teknikal, analisis fundamental, hingga manajemen risiko.

Berkat kedisiplinan dalam mengevaluasi transaksi dan belajar, kemampuan Akmal membaca pergerakan pasar semakin terasah.

Ia tidak sekadar memburu profit cepat, tetapi juga berupaya mendalami karakter pasar agar dapat mengambil keputusan rasional.

Setelah hampir enam tahun aktif trading dan investasi, modal awal Rp10 juta kini telah berkembang menjadi keuntungan bersih hingga ratusan juta rupiah.

>>> Menlu Sugiono Hadiri JCM ke-8 Indonesia-India di New Delhi

Kunci Sukses: Analisis Teknikal dan Manajemen Risiko