BRIN Ungkap Ketidakpastian Sumber Gempa Aktif di Pulau Jawa
Sistem sumber gempa di Pulau Jawa yang sangat kompleks dinilai masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Langkah ini penting untuk meminimalkan risiko bencana akibat ketidakpastian jalur gempa.
Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Prof Danny Hilman Natawidjaja, menjelaskan bahwa pemahaman mengenai sesar aktif di Jawa saat ini masih menyimpan banyak ketidakjelasan.
>>> Menlu Sugiono Hadiri JCM ke-8 Indonesia-India di New Delhi
"Pengetahuan kita mengenai sesar aktif di Jawa masih menyimpan banyak ketidakpastian.
Ada sejumlah sesar yang sudah diketahui, tetapi karakteristik pentingnya seperti laju pergeseran, segmentasi, hingga magnitudo maksimum masih belum sepenuhnya dipahami," katanya.
Salah satu struktur yang berkontribusi besar pada potensi gempa di kawasan utara Jawa adalah Java Back-Arc Thrust. Jalur sesar aktif ini membentang dari Jakarta hingga Surabaya.
Danny menyebutkan bahwa area utara Jawa selama ini kerap dipandang relatif lebih aman. Kondisi tersebut berbeda dengan wilayah selatan Jawa yang dipengaruhi zona subduksi.
Tim peneliti BRIN baru-baru ini melakukan pelacakan di sekitar Gunung Ciremai. Hasil investigasi menemukan indikasi sesar aktif baru serta perubahan segmentasi di beberapa struktur geologi.
"Setiap bukti geologi baru dapat mengubah pemahaman kita mengenai sumber gempa.
Dampaknya mungkin tidak terlalu besar pada skala regional, tetapi dapat signifikan bagi penilaian bahaya di tingkat lokal," jelasnya.
>>> Komisi II DPR Usulkan Gaji PPPK Daerah Dialihkan ke APBN
Pemicu Bencana Longsor Hingga Tsunami Lokal
Pemetaan zona sesar aktif menjadi agenda mendesak karena pergerakannya tidak hanya memicu guncangan. Aktivitas tektonik ini juga berpotensi menimbulkan rekahan permukaan tanah, tanah longsor, likuefaksi, bahkan tsunami lokal.
Rekahan di permukaan tanah berisiko merusak infrastruktur vital seperti jalan tol, lintasan kereta api, bendungan, jaringan pipa energi, dan bangunan penting lainnya.
Update Terbaru
Wasit Somalia Ditolak Masuk AS, Batal Pimpin Piala Dunia 2026
Selasa / 09-06-2026, 13:13 WIB
50 Pertanyaan Edukasi untuk Cegah Bullying di Sekolah dan Lingkungan
Selasa / 09-06-2026, 13:13 WIB
Krisis Memori AI Dorong Harga Kartu Grafis Kelas Menengah Naik Hingga 30 Persen
Selasa / 09-06-2026, 13:12 WIB
Ribuan Penyandang Disabilitas Nobar Film Inklusif di Tujuh Kota
Selasa / 09-06-2026, 13:12 WIB
Kemensos Buka 3.053 Formasi Guru Sekolah Rakyat 2026 untuk PPPK
Selasa / 09-06-2026, 13:12 WIB
DPR RI Sahkan RUU Kepolisian Menjadi Undang-Undang
Selasa / 09-06-2026, 13:12 WIB
William Saliba Dipastikan Fit Bela Timnas Prancis di Piala Dunia 2026
Selasa / 09-06-2026, 13:12 WIB
Tanggal Berapa Malam 1 Suro 2026? Cek Jadwal dan 8 Mitos yang Masih Dipercaya
Selasa / 09-06-2026, 13:12 WIB
Katy Perry Siap Guncang Panggung Eropa Lewat The Lifetimes Tour
Selasa / 09-06-2026, 13:09 WIB
Kemenkomdigi Targetkan Lelang Spektrum 5G Rampung Sebelum 17 Agustus 2026
Selasa / 09-06-2026, 13:09 WIB
Ariana Grande dan Ethan Slater Putus Setelah 3 Tahun Pacaran
Selasa / 09-06-2026, 13:09 WIB
FINI Soroti Aturan Ekspor Feronikel Satu Pintu Lewat Danantara
Selasa / 09-06-2026, 13:08 WIB
Muhasabah Menjelang Tahun Baru Hijriah: Momentum Evaluasi Diri
Selasa / 09-06-2026, 13:08 WIB
Penggemar BTS Padati Warnet di Jakarta Jelang Penjualan Tiket Konser
Selasa / 09-06-2026, 13:08 WIB






