Peneliti BRIN Ubah Ampas Kopi Gayo Jadi Kemasan Ramah Lingkungan
Limbah ampas kopi selama ini hanya menjadi sampah yang tidak termanfaatkan. Namun, peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menemukan potensi besar di balik ampas kopi Gayo.
Haya Fathana, Postdoctoral Pusat Riset Kimia Molekuler BRIN, berhasil mengolah ampas kopi Gayo menjadi bahan baku kemasan pangan yang ramah lingkungan.
>>> Nacific Berasal dari Mana? Ini Asal-usul Brand Skincare yang Jadi Incaran
Penelitiannya berjudul "Kajian Fisiokimia Film Komposit Kitosan Berbasis Limbah Ampas Kopi Gayo dan Aplikasinya".
Menurut Haya, industri pangan masih didominasi plastik konvensional yang sulit terurai.
"Oleh sebab itu, diperlukan material alternatif yang ramah lingkungan dan berkinerja baik," ujarnya dalam Webinar Jejak Kimia Molekuler Edisi Ke-10.
Ampas kopi Gayo kaya akan lignoselulosa, meliputi selulosa, hemiselulosa, lignin, dan polifenol. Kandungan ini dapat diolah menjadi bahan baku ramah lingkungan untuk kemasan.
Haya juga menambahkan nanopartikel ZnO untuk meningkatkan sifat antimikroba, perlindungan ultraviolet (UV), dan kinerja mekanik film.
"Hasil penelitian menunjukkan bahwa film komposit yang dikembangkan berhasil terbentuk secara utuh dan fleksibel," jelasnya.
Penambahan ampas kopi Gayo menghasilkan perubahan warna kecokelatan sebagai indikasi keberadaan partikel lignoselulosa. Sementara penambahan ZnO tetap menghasilkan film yang homogen tanpa retakan.
Karakterisasi material menunjukkan adanya interaksi antarmolekul antara kitosan, komponen lignoselulosa dari ampas kopi, dan nanopartikel ZnO.
Kombinasi ini meningkatkan kekuatan mekanik, memperbaiki sifat hidrofobik, dan mengurangi permeabilitas uap air.
Kemampuan film dalam menghalau radiasi UV juga meningkat dibandingkan film kitosan murni. Kitosan berperan sebagai biopolimer karena bersifat biodegradable dan biokompatibel.
Film komposit ini juga menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.
"Kombinasi limbah ampas kopi Gayo dengan ZnO menghasilkan efektivitas penghambatan mikroba yang paling tinggi, sehingga berpotensi mendukung pengembangan kemasan pangan aktif (active packaging)," papar Haya.
Pemanfaatan ampas kopi Gayo memberikan nilai tambah pada limbah kopi sekaligus mendorong ekonomi sirkular melalui kemasan pangan berkelanjutan.
"Penelitian ini membuka peluang pemanfaatan biomaterial lokal dengan sifat mekanik, penghalang, perlindungan UV, dan antibakteri yang lebih baik untuk inovasi kemasan pangan masa depan," tutup Haya.
Update Terbaru
Link Nonton Film Kung Fu Soccer 2026: Belum Tersedia, Tayang di Bioskop 12 Agustus
Selasa / 21-07-2026, 10:01 WIB
50 Contoh Perilaku 5S Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun di Sekolah
Selasa / 21-07-2026, 10:00 WIB
Baca Lookism Chapter 617 Bahasa Indonesia, Prediksi Terbaru Jelang Rilis
Selasa / 21-07-2026, 10:00 WIB
Baca Sekarang Killer Peter Chapter 144 Bahasa Indonesia, Langsung Diburu!
Selasa / 21-07-2026, 10:00 WIB
Presiden UEFA Boikot Final Piala Dunia 2026, Ini Alasannya
Selasa / 21-07-2026, 09:43 WIB
Balsa Sekulic Siap Debut, Incar Tampil di Kompetisi Asia Bersama Persib
Selasa / 21-07-2026, 09:42 WIB
Film 'Paradise Lost' Karya Yeon Sang-ho Akan Tayang Perdana di Festival Film Toronto
Selasa / 21-07-2026, 09:37 WIB
IHSG Berpotensi Menguat ke 6.300, Ini Sentimen Pendorongnya
Selasa / 21-07-2026, 09:37 WIB
Fans Spanyol Geram, Trump Dinilai Nodai Selebrasi Juara Piala Dunia 2026
Selasa / 21-07-2026, 09:37 WIB
Kredit Perbankan Tumbuh 11,5%, OJK Soroti Lambatnya Pertumbuhan UMKM
Selasa / 21-07-2026, 09:37 WIB
Jokowi Disebut Terjebak Pilihannya Sendiri di Kasus Ijazah
Selasa / 21-07-2026, 09:37 WIB
Sandal Jepit Mahalini Rp 20 Juta Curi Perhatian saat Main ke Pantai
Selasa / 21-07-2026, 09:36 WIB
10 Tanda Orang Sok Pintar: Merasa Paling Benar hingga Tak Terima Kritik
Selasa / 21-07-2026, 09:36 WIB
Iran Balas Serangan AS, Hantam Sistem Rudal HIMARS di Kuwait
Selasa / 21-07-2026, 09:28 WIB







