PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 239 miliar untuk mendanai ekspansi infrastruktur telekomunikasi sepanjang tahun 2026.

Dana tersebut akan digunakan untuk menambah puluhan unit menara dan puluhan ribu jaringan kabel ke rumah pelanggan.

>>> IHSG Anjlok 8,69 Persen, Kapitalisasi Pasar BEI Lenyap Rp 922 Triliun

Perusahaan bersandi saham BALI ini merencanakan penambahan sekitar 62 unit micro cell pole (MCP), 500 titik VSAT RTGS, serta 20.000 home-passed baru.

Langkah ini bertujuan memperluas jangkauan operasional emiten.

Fokus pada Penguatan Infrastruktur dan Layanan

Wakil Direktur Utama Bali Towerindo Sentra Lily Hidayat menjelaskan bahwa fokus utama emiten pada periode ini mencakup penguatan infrastruktur serta peningkatan kualitas layanan kepada konsumen.

"Pada 2026, kami akan fokus pada pemasaran yang lebih intensif, optimalisasi lokasi menara, peningkatan kualitas layanan, serta percepatan ekspansi home-passed," ujar Lily.

Manajemen juga berniat melanjutkan proyek pembangunan menara komunikasi dan jaringan fiber optik di berbagai wilayah strategis.

Kerja sama dengan pemerintah daerah turut diperkuat guna mendukung digitalisasi kota di Indonesia.

"Kami akan terus memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah dalam pengembangan infrastruktur Micro Cell Pole guna mendukung digitalisasi kota," ucap Lily.

>>> Menkeu Purbaya Pertanyakan Penyegelan Gerai Tiffany & Co oleh Bea Cukai

Target Pendapatan dan Kinerja Keuangan

Melalui rencana ekspansi tersebut, manajemen membidik perolehan pendapatan hingga Rp 1,225 triliun pada 2026, dengan tingkat margin EBITDA dipatok sebesar 69,49%.

Target ini didasarkan pada realisasi pertumbuhan performa bisnis perseroan pada tahun-tahun sebelumnya.

Sebagai perbandingan, korporasi berhasil membukukan total pendapatan senilai Rp 1,239 triliun di sepanjang tahun 2025.