Curah hujan tertinggi dalam satu bulan terakhir memicu banjir bandang parah di sejumlah negara bagian Amerika Serikat.

Texas, New Jersey, New York, dan Missouri menjadi wilayah yang paling terdampak.

>>> Silverwingkiller Ciptakan Soundtrack Industrial Dance untuk Musim Panas

Para ahli menyebut perubahan iklim sebagai penyebab utama meningkatnya frekuensi cuaca ekstrem ini.

Alice Hill, peneliti senior energi dan lingkungan di Council on Foreign Relations, menekankan perlunya perbaikan infrastruktur segera.

"Kita membangun untuk iklim yang sudah tidak ada lagi, dan retrofit infrastruktur adalah proses yang lambat dan mahal," ujar Hill.

Jennifer Francis, ilmuwan senior di Woodwell Climate Research Center, menjelaskan bahwa pemanasan laut dan udara meningkatkan penguapan.

Hal ini menambah uap air di atmosfer yang kemudian memicu badai dan banjir bandang.

>>> Bank Muamalat Identifikasi Peluang Tumbuh di Semester II 2026

Menurut National Oceanic and Atmospheric Administration, daerah berbukit dan perkotaan dengan daya serap air rendah sangat rentan terhadap banjir bandang.

Hill menambahkan bahwa sistem drainase yang ada tidak mampu menampung curah hujan sebesar ini.

Jim Blackburn, profesor hukum lingkungan dari Rice University, menyoroti pembangunan di daerah rawan banjir seperti Texas tengah.

"Lahan datar di samping Sungai Guadalupe selalu dianggap prima untuk pembangunan dari sudut pandang Texas," kata Blackburn.

Para ahli sepakat bahwa infrastruktur yang ada saat ini tidak dirancang untuk menghadapi curah hujan ekstrem.

>>> Parade IPO Juli 2026: PRDL Melesat 221%, RANS Naik 47%, JELI dan EMMI Jebol

Mereka mendesak pemerintah untuk segera melakukan penyesuaian guna mengurangi risiko bencana di masa depan.