IGAR Targetkan Pertumbuhan Bisnis 9,69% pada 2026 dengan Capex Rp88 Miliar
PT Champion Pacific Indonesia Tbk (IGAR) membidik pertumbuhan bisnis sebesar 9,69% pada tahun 2026. Target ini diselaraskan dengan kondisi pasar di industri farmasi.
Manajemen telah menyiapkan alokasi belanja modal atau capex sebesar Rp88 miliar untuk mendukung ekspansi usaha. Hal ini disampaikan dalam paparan publik di Bekasi Barat, Selasa (9/6/2026).
>>> Cara Mengatasi Tetangga yang Suka Numpang Buang Sampah Tanpa Izin
Presiden Direktur PT Champion Pacific Indonesia Tbk, Masanobu Ojima, mengungkapkan bahwa capex tahun 2026 direncanakan sekitar Rp88 miliar.
Namun, perusahaan masih berhati-hati dalam merencanakan perluasan jaringan produksi fisik.
Keputusan pembangunan infrastruktur baru akan disesuaikan dengan dinamika pasar komersial ke depan.
"Kalau memang dibutuhkan suatu saat mungkin kita juga akan melakukan pembangunan di tempat yang baru," ujar Masanobu Ojima.
Saat ini, manajemen fokus mempertahankan efisiensi pada sirkuit manufaktur. Kebijakan efisiensi internal diterapkan agar target output operasional dapat tercapai secara optimal.
Target pertumbuhan 2026 ditetapkan setelah perseroan membukukan total pendapatan usaha dari kontrak pelanggan sebesar Rp917,3 miliar pada 2025.
>>> PLN Serahkan 70 Persen Proyek RUPTL ke Swasta
Angka ini naik 5,54% year on year (yoy) dibandingkan Rp869,1 miliar pada 2024.
Sektor pasokan obat-obatan menjadi motor utama pendapatan melalui kontribusi segmen industri farmasi yang melonjak 7,23% yoy menjadi Rp820,0 miliar.
Laba kotor korporasi pada 2025 juga naik 4,70% yoy menjadi Rp137,2 miliar.
Efisiensi biaya dan penguatan margin laba kotor mendorong laba usaha perseroan naik signifikan hingga Rp88,8 miliar, atau tumbuh 22,18% yoy.
Rasio laba terhadap ekuitas pada 2025 tercatat meningkat 9,69% dibandingkan 2024.
>>> Chatib Basri Sebut Tiga Opsi Kebijakan Fiskal Menteri Keuangan: Naikkan, Potong, Pinjem
Dari sisi neraca keuangan, pos kewajiban perseroan tumbuh Rp31,3 miliar atau melonjak 59,11% dibandingkan 2024. Peningkatan ini dipicu oleh saldo utang usaha dari aktivitas operasional.
Update Terbaru
Sooyoung SNSD dan Jung Kyung Ho Berpisah Setelah 14 Tahun Menjalin Hubungan
Selasa / 09-06-2026, 19:05 WIB
Banggar DPR Minta Pemerintah Tidak Ambil Kebijakan Prematur demi Jaga Pasar
Selasa / 09-06-2026, 19:05 WIB
Gejala Serangan Jantung pada Perempuan Sering Tak Khas, Ini Kata Dokter
Selasa / 09-06-2026, 19:05 WIB
Audi Q7 Generasi Ketiga Hadir dengan Teknologi Canggih dan Desain Lebih Gagah
Selasa / 09-06-2026, 19:05 WIB
Roberto Martinez Tolak Label Favorit Timnas Portugal di Piala Dunia
Selasa / 09-06-2026, 19:04 WIB
OJK Minta Pasar Rasional Tanggapi Seruan Jual Saham Indonesia
Selasa / 09-06-2026, 19:04 WIB
Ekonom Prediksi The Fed Tahan Suku Bunga hingga Akhir 2026
Selasa / 09-06-2026, 19:04 WIB
Ramai Link Video Cut Salwa Jadi Perbincangan di TikTok dan X, Kebenaran Video Belum Terkonfirmasi
Selasa / 09-06-2026, 19:04 WIB
Emiten Terafiliasi Djarum Berbenah, IBST dan SUPR Siap Go Private
Selasa / 09-06-2026, 19:04 WIB
Link Video Full Durasi Dikaitkan dengan Cut Salwa Picu Pencarian Massif di Media Sosial
Selasa / 09-06-2026, 19:02 WIB
Polisi Rekonstruksi Kasus Daycare Little Aresha, Orang Tua Korban Soraki Tersangka
Selasa / 09-06-2026, 19:02 WIB
Daihatsu Perbarui Hijet Cargo dan Atrai 2026 dengan Fitur Keselamatan Lebih Canggih
Selasa / 09-06-2026, 19:00 WIB
Pelonggaran Target Produksi Batubara Diprediksi Dongkrak Sektor Alat Berat
Selasa / 09-06-2026, 19:00 WIB
Bank Indonesia Proyeksikan Rupiah Menguat ke Rp16.800-Rp17.500 pada 2027
Selasa / 09-06-2026, 19:00 WIB






