PLN Serahkan 70 Persen Proyek RUPTL ke Swasta
PT PLN (Persero) menyerahkan mayoritas pembangunan infrastruktur pembangkit listrik dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) periode 2024—2035 kepada perusahaan swasta sebesar 70 persen.
Langkah ini diambil karena keterbatasan kapital PLN untuk mengeksekusi target secara mandiri. Keterlibatan swasta dilakukan lewat skema independent power producer (IPP).
>>> Chatib Basri Sebut Tiga Opsi Kebijakan Fiskal Menteri Keuangan: Naikkan, Potong, Pinjem
Executive Vice President Power Plant Procurement and IPP PLN Nico Samuel Saroinsong menjelaskan bahwa kemitraan dengan ekosistem bisnis lokal dan global sangat diperlukan.
"Melihat kapital yang tidak memungkinkan untuk PLN bisa langsung eksekusi, maka kita akan bekerja sama dengan ekosistem bisnis kelistrikan di Indonesia.
Jika kita kembali kepada RUPTL sepanjang 10 tahun ke depan, 70% akan didominasi oleh swasta melalui independent power producer [IPP]," ujar Nico.
Nico menambahkan bahwa fokus besar dalam rencana ini adalah mengejar kapasitas pembangkit listrik ramah lingkungan, termasuk target baru untuk pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebesar 100 gigawatt (GW).
"Tidak mungkin dikerjakan PLN dan hanya mungkin melalui kolaborasi. Investor dan developer kami undang untuk bisa berkolaborasi bersama guna mengimplementasikan target 100 gigawatt tersebut," tambah Nico.
Sebelumnya, Direktur Manajemen Pembangkitan PLN Rizal Calvary mengonfirmasi dominasi swasta yang telah mencapai kisaran 70 hingga 75 persen untuk seluruh proyek pembangkitan di Indonesia sepanjang tahun 2025.
>>> Empat Dubes Negara Sahabat Berkomitmen Perkuat Hubungan dengan Indonesia
"Angka sekarang itu sekitar 70%—75% [pembangkit milik IPP]. Seluruh proyeknya dan apalagi adalah pembangkitan, itu adalah milik IPP," ungkap Rizal.
Menurut Rizal, besaran porsi swasta ini menguntungkan posisi keuangan PLN karena membantu beban investasi yang tercatat membutuhkan dana total hingga Rp3.000 triliun dalam RUPTL.
"Saya mau sampaikan, PLN tidak banyak duitnya. Sesuai dengan yang tertera di RUPTL, kita butuh investasi sebesar Rp2.600 triliun.
Belum transmisi gardu induk sebesar Rp300 triliun. Dan untuk distribusinya Rp100 triliun.
Dan IPP itu artinya peluang bagi pengusaha-pengusaha," tambah Rizal.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memaparkan perincian nilai proyek RUPTL 2024—2035 yang mencakup pembangunan pembangkit sebesar Rp2.133,7 triliun, transmisi Rp565,3 triliun, serta smart grid Rp268,4 triliun.
>>> Hakim Federal AS Batalkan Pajak Visa H1B Trump
"Lima tahun pertama total investasinya adalah Rp1.173,9 triliun, 5 tahun kedua sebesar Rp1.793,48 triliun," sebut Bahlil.
Update Terbaru
Baca Preview Nano Machine Chapter 318 Bahasa Indonesia, Kejutan Besar! Ceritanya Mulai Terasa
Sabtu / 25-07-2026, 10:00 WIB
Baca Killer Peter Chapter 144 Bahasa Indonesia, Rilis Hari Ini Jam Berapa?
Sabtu / 25-07-2026, 08:00 WIB
The Apartment Job Episode 6 Sub Indo dan Spoiler serta Link jangan LK21 tapi di KST: Hae Kang Resmi Duduk di Kursi Ketua
Sabtu / 25-07-2026, 06:00 WIB
Love in Sync Episode 8 Sub Indo serta Link dan Spoiler di KST Bukan LK21: Cinta yang Tertahan oleh Masa Lalu
Sabtu / 25-07-2026, 06:00 WIB
Sinopsis Om Shanti Om di Mega Bollywood Paling Yahud Hari ini 26 Juli 2026 di ANTV
Sabtu / 25-07-2026, 05:00 WIB
Sinopsis Dhoom di Mega Bollywood Paling Yahud Hari ini 25 Juli 2026 di ANTV
Sabtu / 25-07-2026, 05:00 WIB
YA ALLAH! Terikat Janji Kembali Turun Peringkat, Inilah Acara Televisi dengan Rating Terbaik Hari ini 25 Juli 2026
Sabtu / 25-07-2026, 05:00 WIB
Sinopsis Hotel Mumbai di Bioskop Trans TV Hari ini 25 Juli 2026
Sabtu / 25-07-2026, 05:00 WIB







