Ekonom senior sekaligus Anggota Dewan Ekonomi Nasional, Muhammad Chatib Basri, mengungkapkan tiga opsi kebijakan fiskal yang dapat diambil Menteri Keuangan ketika anggaran negara tertekan.

Hal itu disampaikan dalam acara Grab Business Forum 2026 di Jakarta pada Selasa (9/6/2026).

>>> Empat Dubes Negara Sahabat Berkomitmen Perkuat Hubungan dengan Indonesia

Menurut Chatib, pilihan tersebut meliputi peningkatan pendapatan negara, pemotongan pos belanja, atau penambahan pembiayaan melalui utang baru.

"Karena tugas dari Menteri Keuangan itu sebetulnya sangat gampang. Dia hanya punya opsi tiga hal: naikkan, potong, pinjem.

Itu hanya tiga itu," ujar Chatib.

Jika pemerintah memilih langkah pertama, optimalisasi pajak menjadi cara untuk mengerek penerimaan. Sementara itu, rasionalisasi pengeluaran yang kurang prioritas menjadi jalan keluar berikutnya.

>>> Hakim Federal AS Batalkan Pajak Visa H1B Trump

"Jadi, solusinya fisikalnya itu kemudian harus di-rationalize untuk men-address isu itu," pungkas Chatib.

Pernyataan mantan Menteri Keuangan periode 2013-2014 ini muncul di tengah spekulasi publik yang sempat mengaitkan namanya dengan posisi menteri keuangan dalam kabinet saat ini.

Menanggapi dinamika tersebut, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto belum berencana merombak Kabinet Merah Putih dalam waktu dekat.

>>> Lonjakan Biaya Bahan Bakar Tekan Maskapai Penerbangan Amerika Serikat

Prasetyo menyatakan bahwa jajaran pemerintah saat ini masih fokus memastikan pelaksanaan seluruh program prioritas berjalan sesuai rencana, tanpa ada pergantian posisi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.