DPR Minta Kebijakan Cukai Tembakau Tak Bebani Industri Patuh
Rencana Menteri Keuangan menambah lapisan (layer) dalam struktur tarif Cukai Hasil Tembakau (CHT) mendapat sorotan dari Komisi XI DPR RI.
DPR meminta kebijakan tersebut dikaji secara matang agar tidak menambah kompleksitas sistem cukai dan berdampak pada kondisi fiskal maupun dunia usaha.
>>> Defisit APBN 2026 Melebar Jadi 2,85 Persen, Banggar DPR: Masih Sangat Aman
Anggota Komisi XI DPR RI, Thoriq Majiddanor, mengatakan setiap perubahan struktur tarif CHT harus tetap mengedepankan prinsip kesederhanaan administrasi serta efektivitas pengawasan.
Menurutnya, pemberantasan rokok ilegal tidak bisa hanya mengandalkan perubahan tarif.
"Kami melihat tujuan pemerintah untuk mempersempit ruang gerak rokok ilegal sebagai langkah positif.
Namun keberhasilannya tentu tidak bergantung pada struktur tarif semata, melainkan juga efektivitas pengawasan, penegakan hukum, kemudahan kepatuhan, serta pembinaan kepada pelaku usaha," ujar Thoriq.
Thoriq mengingatkan agar kebijakan baru tidak justru membebani pelaku usaha yang selama ini patuh terhadap aturan.
Ia menilai industri hasil tembakau merupakan sektor padat karya yang menyerap jutaan tenaga kerja sehingga setiap perubahan regulasi harus diperhitungkan secara cermat.
>>> Nothing Phone (1) Terima Pembaruan Terakhir, Akhir Dukungan Software
Menurutnya, pemerintah perlu menjaga iklim investasi sekaligus mengantisipasi dampak berupa pengurangan tenaga kerja hingga risiko pemutusan hubungan kerja (PHK).
"DPR akan mendorong agar setiap kebijakan transisi dilakukan terukur, berbasis data, dan memperhatikan kondisi riil industri dan tenaga kerja yang bergantung pada sektor hasil tembakau," tegas Thoriq.
Komisi XI DPR RI juga meminta pemerintah memastikan kebijakan baru tidak membuka celah bagi praktik yang menguntungkan pelaku rokok ilegal atau kelompok usaha tertentu.
Menurut Thoriq, kebijakan fiskal harus mampu menjaga keseimbangan antara aspek kesehatan masyarakat, kepastian berusaha, perlindungan tenaga kerja, dan penerimaan negara.
"Yang jelas, Komisi XI berpandangan kebijakan fiskal harus mampu menciptakan iklim usaha sehat dan adil.
>>> 3SEEDS Eatery: Restoran Baru di Cempaka Putih Bernuansa Kontemporer, Cocok untuk WFC
Industri yang selama ini taat aturan harus tetap mendapatkan kepastian usaha, sementara pada saat yang sama negara perlu memperkuat upaya pemberantasan rokok ilegal," pungkasnya.
Update Terbaru
Motorola Edge 70 Max Muncul di Teaser Flipkart, Bawa Snapdragon 8 Gen 5
Selasa / 07-07-2026, 18:53 WIB
Dispatch Bongkar Gaji Stylist Artis Korea, Satu Pemotretan Dapat Rp 236 Juta
Selasa / 07-07-2026, 18:53 WIB
Penjualan Daihatsu Melonjak 27 Persen, Gran Max dan Sigra Jadi Andalan
Selasa / 07-07-2026, 18:53 WIB
Wimbledon 2026 Hari Kesembilan: Sinner, Djokovic, dan Gauff Tampil
Selasa / 07-07-2026, 18:50 WIB
OPEC+ Naikkan Produksi Minyak 188.000 Barel per Hari, Harga Minyak Dunia Melemah
Selasa / 07-07-2026, 18:50 WIB
Flood Watch Dikeluarkan untuk Massachusetts Akibat Hujan Lebat
Selasa / 07-07-2026, 18:50 WIB
AFTECH Gelar IDBS 2026 untuk Perkuat Kolaborasi Perbankan dan Fintech
Selasa / 07-07-2026, 18:50 WIB
Nothing Phone (4b) Hadir dengan Desain Berani dan Harga Terjangkau
Selasa / 07-07-2026, 18:50 WIB
Vivo X Fold 6 Tantang Galaxy Z Fold 8 dengan Baterai 7.000 mAh dan Kamera Eksternal
Selasa / 07-07-2026, 18:50 WIB
Korea Utara Pasang Mural Besar Kim Jong Un di Pusat Kota
Selasa / 07-07-2026, 18:50 WIB
Kunjungan PM Modi ke Indonesia Hasilkan 20 MoU, Termasuk Kerja Sama Rudal BrahMos
Selasa / 07-07-2026, 18:49 WIB
Persib Bandung Resmi Rekrut Balsa Sekulic, Striker Spesialis Gol Menit Akhir
Selasa / 07-07-2026, 18:49 WIB
Cristiano Ronaldo Masuk Daftar Legenda Tanpa Gelar Piala Dunia
Selasa / 07-07-2026, 18:49 WIB
Film Demon Slayer: Infinity Castle Bagian Pertama Hadir di Crunchyroll 28 Juli
Selasa / 07-07-2026, 18:14 WIB







