Empat Dubes Negara Sahabat Berkomitmen Perkuat Hubungan dengan Indonesia
Empat duta besar dari negara sahabat menyatakan komitmen untuk memperkuat hubungan bilateral dan memperluas kerja sama strategis dengan Indonesia.
Mereka berasal dari Panama, Portugal, Korea Utara, dan Maroko.
>>> Hakim Federal AS Batalkan Pajak Visa H1B Trump
Duta Besar Republik Panama untuk Indonesia, Bernardo Brea Rodriguez, berharap dapat membangun kemitraan yang lebih erat di sektor maritim, logistik, dan transportasi.
Ia menilai posisi geografis kedua negara sangat strategis untuk kerja sama tersebut.
"Kami ingin melakukan upaya terbaik untuk membangun jembatan baru kerja sama di lingkungan maritim, logistik, dan transportasi.
Saya yakin kita bisa menjadi kemitraan yang sangat baik dan kuat," ujar Bernardo.
Bernardo juga mengapresiasi sambutan hangat yang diterimanya sejak pertama kali bertugas di Indonesia. "Satu-satunya hal yang saya terima adalah kehangatan, kebaikan, dan keramahan," katanya.
Hubungan Historis dan Diplomasi
Duta Besar Republik Portugal untuk Indonesia, Maria Gabriela Vieira Soares de Albergaria, menekankan hubungan historis kedua negara yang telah terjalin lebih dari lima abad.
Ia berkomitmen memperkuat ikatan tersebut untuk menjawab tantangan global.
>>> Lonjakan Biaya Bahan Bakar Tekan Maskapai Penerbangan Amerika Serikat
"Misi saya adalah memperkuat ikatan yang telah kita miliki selama lebih dari lima abad untuk berkontribusi pada dunia yang lebih baik," kata Maria.
Sementara itu, Duta Besar Republik Demokratik Rakyat Korea untuk Indonesia, Hong Kwang Il, menyebut tahun 2026 sebagai momentum penting.
Tahun tersebut menandai 62 tahun hubungan diplomatik kedua negara.
"Saya akan berusaha meningkatkan dan memperluas hubungan persahabatan dan kerja sama antara kedua negara," ucap Hong Kwang Il.
Duta Besar Kerajaan Maroko untuk Indonesia, Redouane Houssaini, menyoroti peluang kerja sama di bidang perdagangan, investasi, energi terbarukan, ketahanan pangan, dan pertukaran budaya.
Ia juga menekankan kesamaan nilai toleransi dan moderasi Islam.
>>> Purbaya Yudhi Sadewa Targetkan Sinkronisasi Kebijakan Fiskal dan Moneter pada 2027
"Kita memiliki nilai-nilai toleransi dan keterbukaan Islam yang sama. Indonesia dan Maroko adalah contoh yang baik di bidang ini," tutur Redouane.
Update Terbaru
Banggar DPR Minta Pemerintah Tidak Ambil Kebijakan Prematur demi Jaga Pasar
Selasa / 09-06-2026, 19:05 WIB
Gejala Serangan Jantung pada Perempuan Sering Tak Khas, Ini Kata Dokter
Selasa / 09-06-2026, 19:05 WIB
Audi Q7 Generasi Ketiga Hadir dengan Teknologi Canggih dan Desain Lebih Gagah
Selasa / 09-06-2026, 19:05 WIB
Roberto Martinez Tolak Label Favorit Timnas Portugal di Piala Dunia
Selasa / 09-06-2026, 19:04 WIB
OJK Minta Pasar Rasional Tanggapi Seruan Jual Saham Indonesia
Selasa / 09-06-2026, 19:04 WIB
Ekonom Prediksi The Fed Tahan Suku Bunga hingga Akhir 2026
Selasa / 09-06-2026, 19:04 WIB
Ramai Link Video Cut Salwa Jadi Perbincangan di TikTok dan X, Kebenaran Video Belum Terkonfirmasi
Selasa / 09-06-2026, 19:04 WIB
Emiten Terafiliasi Djarum Berbenah, IBST dan SUPR Siap Go Private
Selasa / 09-06-2026, 19:04 WIB
Link Video Full Durasi Dikaitkan dengan Cut Salwa Picu Pencarian Massif di Media Sosial
Selasa / 09-06-2026, 19:02 WIB
Polisi Rekonstruksi Kasus Daycare Little Aresha, Orang Tua Korban Soraki Tersangka
Selasa / 09-06-2026, 19:02 WIB
Daihatsu Perbarui Hijet Cargo dan Atrai 2026 dengan Fitur Keselamatan Lebih Canggih
Selasa / 09-06-2026, 19:00 WIB
Pelonggaran Target Produksi Batubara Diprediksi Dongkrak Sektor Alat Berat
Selasa / 09-06-2026, 19:00 WIB
Bank Indonesia Proyeksikan Rupiah Menguat ke Rp16.800-Rp17.500 pada 2027
Selasa / 09-06-2026, 19:00 WIB
Pencarian Link Video Cut Salwa Ramai di Media Sosial, Publik Diminta Waspadai Tautan Tidak Jelas
Selasa / 09-06-2026, 18:57 WIB






