PT Importa Jaya Abadi (Importa) menerima penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas pencapaian penjualan 1 juta lemari pakaian besi di Indonesia dalam kurun waktu lima tahun.

CEO Importa Nizar Bawazier mengatakan pencapaian tersebut mencerminkan kepercayaan pelanggan terhadap produk perusahaan.

>>> 6 Hotel Seru untuk Staycation Saat Liburan Sekolah, Ada Petualangan Anak hingga Tepi Pantai

"Pencapaian lebih dari 1 Juta unit lemari pakaian besi dalam lima tahun bukan hanya tentang angka penjualan, tetapi merupakan cerminan dari kepercayaan pelanggan dan kerja keras seluruh ekosistem Importa," ujarnya di Jakarta, Sabtu (27/6/2026).

Menurut Nizar, penjualan eksponensial itu membuktikan bahwa produk lemari pakaian besi Importa memiliki banyak keunggulan, seperti lebih awet, antijamur, antirayap, dan harga terjangkau.

"Kami ingin menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia, terutama karena Indonesia memiliki iklim tropis. Jadi perlu bahan yang awet," kata dia.

Importa tidak hanya memproduksi lemari, tetapi juga meja makan, meja hias, dining, dan lemari hias dari bahan besi.

"Semua jenis kategori furniture kami shifting menjadi furniture berbahan besi, pemilihan bahan ini juga untuk mencegah deforestasi, karena kita bisa menjaga kelestarian kayu," kata Nizar.

>>> Trailfinders Tantang Saracens di Final Liga Rugbi Putri

Bahan besi dinilai lebih tahan lama dibanding kayu. Perusahaan menggunakan metode powder coating untuk mencegah karat.

Nizar optimistis produk Importa mampu menembus pasar internasional. "Kita ingin tidak hanya ada di dalam negeri, tetapi juga membawa nama Indonesia ke pasar internasional," katanya.

Ke depan, Importa akan memperkuat bisnis melalui pengembangan jaringan distribusi, peningkatan layanan pelanggan, dan ekspansi berkelanjutan.

Bersamaan dengan rekor MURI, Importa meluncurkan tagline baru "Furniture Besi No.1 di Indonesia" untuk memperkuat identitas merek.

>>> Iran Serang Bahrain dan Kuwait Setelah Serangan Udara AS

"Tagline baru ini semakin mempertegas posisi Importa sebagai pemain di industri furnitur besi Indonesia," ujar Nizar.