Asam urat terjadi akibat tingginya kadar purin dalam tubuh. Purin adalah senyawa alami yang ditemukan dalam makanan dan minuman sehari-hari.

Saat purin dipecah, tubuh menghasilkan limbah berupa asam urat. Kadar berlebih menyebabkan kristal asam urat menumpuk di persendian, memicu nyeri, bengkak, dan peradangan.

>>> Kim Soo-hyun Gugat YouTuber Rp 350 Miliar Akibat Hoax AI

Penumpukan kristal yang tidak ditangani dapat memicu komplikasi serius. Berikut lima komplikasi utama yang perlu diwaspadai.

1. Kerusakan Sendi Permanen

Peradangan kronis akibat asam urat dapat mengubah bentuk persendian, kondisi yang disebut deformitas sendi.

Deformitas terjadi karena serangan asam urat berulang dan pembentukan tophi di sekitar sendi. Seiring waktu, hal ini menyebabkan kerusakan permanen, kekakuan, dan kelainan bentuk.

Pada kasus parah, operasi mungkin diperlukan untuk memperbaiki atau mengganti sendi yang rusak.

2. Penyakit Jantung

Penderita asam urat memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit jantung. Peradangan akibat asam urat tidak hanya terjadi di sendi, tetapi juga di seluruh tubuh.

Peradangan merupakan salah satu faktor risiko penyakit jantung.

Dokter biasanya menyarankan skrining jantung rutin serta pola makan dan gaya hidup sehat untuk mengurangi risiko komplikasi ini.

>>> Reborn Rookie Episode 2 Sub Indo dan Spoiler serta Link bukan LK21 tapi di VIU: Kang Yong Ho Berpindah ke Tubuh Hwang Jun Hyun Karena Kecelakaan

3. Benjolan di Bawah Kulit (Tophi)

Tophi adalah endapan kristal urat di bawah kulit yang sering muncul di tangan, kaki, dan telinga pada kasus asam urat kronis.

Benjolan ini biasanya tidak sakit, kecuali saat asam urat kambuh dan meradang. Jika terus membesar, tophi dapat mengikis kulit dan jaringan sendi di sekitarnya.