Meski kekhawatiran terhadap ancaman Iran masih menjadi alasan kuat tingginya dukungan publik Israel terhadap perang, survei terbaru dari Israel Democracy Institute menunjukkan lebih dari sepertiga warga Yahudi Israel merasa tidak puas terhadap penghentian konflik.

Dukungan terhadap pemerintahan Netanyahu juga mulai menurun.

Bahkan ketika optimisme terhadap tekanan AS kepada Iran masih cukup tinggi pada April lalu, tingkat kepuasan publik terhadap penanganan perang oleh pemerintah Israel tetap rendah.

Survei menunjukkan hanya sedikit lebih dari sepertiga warga yang memberikan penilaian positif.

Meski demikian, kritik tidak sepenuhnya diarahkan kepada Netanyahu. Sebagian pihak tetap menilai langkah Trump dalam menghadapi Iran lebih tegas dibanding pendahulunya.

"Untuk menghormati Trump, harus dikatakan bahwa setidaknya dia mencoba," tulis Ariel Kahana di harian Israel Hayom.

"Keberaniannya melepaskan kekuatan tembak luar biasa Amerika Serikat terhadap Iran jauh lebih baik dibanding ketidakberdayaan historis yang ditunjukkan semua pendahulunya."

Namun, Kahana mengakui Iran kini berhasil membangun citra kemenangan karena rezimnya tetap bertahan setelah menghadapi perang besar.

"Kesimpulannya, Iran mampu dan sedang menampilkan gambaran kemenangan kepada dunia hanya karena fakta bahwa mereka masih berdiri.

>>> Dishub DKI Jakarta Tiadakan Car Free Day Akhir Pekan Ini karena Waisak

Untuk saat ini Trump tidak memiliki gambaran tandingan yang serupa untuk ditunjukkan. Itu bukan kabar baik bagi rakyat Israel," tulisnya.