Departemen Kehakiman Amerika Serikat telah memulai penyelidikan grand jury terhadap Presiden United Auto Workers (UAW) Shawn Fain.

Penyelidikan ini terkait tuduhan bahwa Fain menyalahgunakan jabatannya untuk menguntungkan tunangannya dan membalas dendam terhadap pejabat serikat.

>>> Kebakaran Hutan di Fontainebleau Hanguskan 800 Hektare, Evakuasi Dilakukan

Informasi ini diungkap dalam dokumen internal yang dilaporkan pada 12 Juli 2026.

Seperti dilansir Reuters dan Bloomberg News, grand jury federal mengeluarkan panggilan kepada pengawas serikat yang ditunjuk pengadilan, Neil Barofsky.

Panggilan tersebut menyusul laporan bahwa Fain menekan Wakil Presiden Rich Boyer untuk mengamankan keuntungan profesional bagi tunangannya, Keesha McConaghie, dan saudara perempuannya.

Bantahan Fain dan Langkah Hukum

Fain membantah tuduhan tersebut dan mengonfirmasi bahwa ia sedang menjajaki langkah hukum balasan terhadap penyelidikan pengawas federal.

"Saya telah mempekerjakan firma hukum untuk melawan tuduhan palsu Monitor terhadap saya," kata Shawn Fain.

Fain menambahkan bahwa apa yang dilakukan Monitor itu salah dan tidak adil bagi UAW serta anggotanya.

Ia juga menyebut tuduhan dari lawan politiknya menjelang pemilihan Dewan Eksekutif Internasional serikat sebagai tidak berdasar.

"Rich Boyer telah memberikan tuduhan palsu kepada monitor dan sekarang mencoba mempersenjatai tuduhan palsu ini untuk mencuri pemilihan UAW yang akan datang," ujar Fain.

Ia menegaskan bahwa Boyer tidak bisa menang dalam pertarungan yang adil.

Fain juga mengklaim bahwa monitor memiliki prasangka ideologis terhadap organisasi buruh.

>>> Panduan Lengkap Membuat Twibbon MPLS 2026/2027 untuk Hari Pertama Sekolah

"Neil Barofsky memiliki dendam politik terhadap saya karena UAW mengambil sikap anti-perang tentang apa yang terjadi di Gaza," katanya.

Fain menyimpulkan bahwa pengawasan eksternal tidak akan menentukan transisi kepemimpinan serikat yang beranggotakan hampir 400.000 orang. "Pemilihan kami dalam 6 minggu.