Israel akan menggelar pemilihan umum nasional pada 27 Oktober 2026. Parlemen Israel, Knesset, mengumumkan tanggal tersebut pada Minggu (12/7).

Pemilu ini disebut sebagai referendum atas kepemimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sejak dimulainya konflik di Jalur Gaza pada Oktober 2023.

>>> Prabowo Peringatkan Koruptor: Hentikan Praktik Kau, Rakyat Tidak Bodoh!

Knesset dijadwalkan mengadakan sesi terakhir masa jabatan pada Jumat pekan ini.

Ini menjadikan koalisi Netanyahu sebagai pemerintahan Israel pertama dalam puluhan tahun yang menyelesaikan masa jabatan penuh empat tahun.

"Karena Knesset saat ini diharapkan menyelesaikan masa jabatannya, pemilu berikutnya telah ditetapkan oleh undang-undang pada 27 Oktober.

Tidak perlu memberlakukan Undang-Undang Pembubaran Knesset," demikian pernyataan parlemen Israel, dilansir Al Jazeera.

Netanyahu, perdana menteri paling lama menjabat di Israel, pada Juni lalu mengonfirmasi akan kembali mencalonkan diri.

Pria berusia 76 tahun itu menghadapi kritik tajam sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.

>>> USU Dalami Dugaan Pelecehan Mahasiswa FEB, 10 Korban Resmi Melapor

Para kritikus menyalahkan Netanyahu karena gagal mencegah kelompok bersenjata dari Gaza menembus pertahanan perbatasan Israel.

Penentangnya juga mengungkit cara dia menangani perang sebagai bukti bahwa dia tak lagi layak menjabat.

Netanyahu juga diadili atas tuduhan korupsi dan dapat dihukum hingga 10 tahun penjara jika terbukti bersalah.

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat Israel, Gadi Eisenkot, muncul sebagai saingan utama Netanyahu.

Menurut jajak pendapat pekan ini, Partai Yashar milik Eisenkot unggul tipis atas Partai Likud milik Netanyahu.

>>> Top 3 Sports: Messi Akhirnya Jumpa Inggris, Ramadhipa Juara di Jerman

Eisenkot, yang sebelumnya menjabat di Kabinet Perang Netanyahu, mengundurkan diri pada Juni 2024. Ia mengatakan pemerintah telah gagal mencapai semua tujuan di Gaza.