Jajak pendapat politik baru yang dirilis di Israel pada 10 Juli 2026 menunjukkan Partai Yashar pimpinan mantan Kepala Staf IDF Gadi Eisenkot unggul atas Partai Likud pimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk pertama kalinya.

Survei Maariv yang dilakukan Lazar Research menempatkan Yashar dengan 22 kursi, unggul satu kursi dari Likud yang meraih 21 kursi.

>>> Sam Fender dan Olivia Dean Cetak Rekor Sejarah di Tangga Lagu Inggris

Sementara itu, jajak pendapat Channel 13 menempatkan Yashar di 23 kursi berbanding 22 kursi untuk Likud.

Namun, survei Direct Polls untuk i24NEWS masih menempatkan Likud sebagai faksi terbesar dengan 29 kursi, sementara Yashar meraih 21 kursi.

Data ini menunjukkan lanskap politik yang sangat terfragmentasi, di mana tidak satu pun blok tradisional memiliki jalur yang jelas menuju mayoritas 61 kursi tanpa bergantung pada partai-partai mayoritas Arab atau merger yang kompleks.

Dalam skenario di mana Yashar bersatu dengan Partai Together pimpinan Naftali Bennett di bawah kepemimpinan Eisenkot, oposisi Zionis berpotensi mencapai mayoritas stabil 63 kursi.

Menteri Pendidikan Israel Yoav Kisch menanggapi dinamika yang berubah ini dengan mendesak faksi oposisi untuk mempertimbangkan kembali penolakan mereka bekerja sama dengan partai yang berkuasa saat ini, menyusul seruan Netanyahu untuk koalisi pasca-pemilu yang luas.

"Saya tahu [partai oposisi] memboikot Likud dan sayap kanan, tapi mungkin mereka akan berubah. Saya harap," kata Kisch.

>>> Jimmy Crooks Pukul Homer Penentu, Cardinals Kalahkan Braves Usai Hujan Deras

Pemimpin Yashar, Gadi Eisenkot, dengan cepat menolak tawaran tersebut dan mengkritik Likud setelah video kampanye mengejek kemampuan bahasa Inggrisnya untuk menonjolkan kefasihan Netanyahu.