Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mempercepat pengembangan Pelabuhan Celukan Bawang di Kabupaten Buleleng, Bali, sebagai jalur penyeberangan alternatif.

Langkah ini bertujuan mengurangi kepadatan lintas Ketapang–Gilimanuk sekaligus meningkatkan efisiensi distribusi logistik menuju Pulau Bali.

>>> KAI Integrasikan Stasiun Karet dan BNI City Mulai September 2026

Persiapan ini juga untuk menghadapi angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 serta angkutan Lebaran 2027 yang berdekatan dengan Hari Raya Nyepi.

Mengatasi Kepadatan di Jalur Utama

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan pengembangan pelabuhan alternatif diperlukan untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan pada jalur utama penyeberangan Jawa-Bali.

"Kita perlu mengatasi kepadatan yang terjadi di penyeberangan Ketapang–Gilimanuk.

Belajar dari pengalaman di lintas Merak–Bakauheni, kami berpandangan kepadatan harus dipecah melalui pelabuhan alternatif," ujar Dudy dalam keterangan resmi, Sabtu (11/7/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan bersama Gubernur Bali I Wayan Koster di Denpasar. Kedua pihak membahas percepatan penguatan infrastruktur transportasi laut dan udara di Bali.

Kemenhub telah mengkaji sejumlah lintasan alternatif penyeberangan, yakni Jangkar–Celukan Bawang, Tanjung Wangi–Celukan Bawang, Ketapang–Padang Bai/Gunaksa, dan Ketapang–Benoa.

>>> Coba SSD Sandisk Piala Dunia 2026, Flashdisknya Bentuk Peluit Wasit

Dari pilihan tersebut, Pelabuhan Celukan Bawang diproyeksikan menjadi salah satu simpul utama untuk mendistribusikan arus kendaraan dari Jawa menuju Bali.

Untuk mempercepat realisasinya, Dudy menginstruksikan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) dan PT ASDP Indonesia Ferry segera menyelesaikan kajian teknis serta revitalisasi fasilitas pelabuhan.

"Kami sudah meminta khususnya kepada Pelindo untuk melakukan revitalisasi agar pelabuhan ini dapat melayani penyeberangan dari Pelabuhan Jangkar, Ketapang, maupun Tanjung Wangi di Banyuwangi.

Saya juga meminta Pelindo dan ASDP untuk mengkaji serta menyelesaikan seluruh persiapan sesuai target yang telah ditentukan.

Harapannya, pada Desember mendatang Pelabuhan Celukan Bawang sudah dapat membantu memecah arus penyeberangan," kata Dudy.

Selain pengembangan pelabuhan, Kemenhub juga melanjutkan rencana layanan water taxi sebagai moda transportasi alternatif di Bali.

>>> Drone Tabrak Helikopter LAPD Saat Petugas Padamkan Kebakaran Semak

Diperkirakan, layanan tersebut bisa memangkas waktu tempuh dari Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju Canggu dari sekitar 1,5–2 jam menjadi sekitar 30 menit.