Gadi Eisenkot: Kandidat PM Israel yang Jadi Ancaman Terbesar Netanyahu

Mantan Kepala Staf Militer Israel sekaligus pemimpin oposisi, Gadi Eisenkot, menuduh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengarang klaim bahwa Iran memiliki senjata nuklir.
Pernyataan itu disampaikan Eisenkot dalam sebuah konferensi di Israel tengah, seperti dikutip harian Yedioth Ahronoth.
>>> Wamen Investasi Ajak Pengusaha Australia Perluas Investasi di Sektor Strategis
Ia menilai pernyataan Netanyahu soal kemampuan nuklir Iran tidak sesuai fakta dan hanya untuk menakut-nakuti publik.
"Netanyahu mengatakan hal-hal yang memuakkan. Iran sama sekali tidak memiliki bom nuklir.
Dia sedang mengarang kenyataan untuk menakut-nakuti masyarakat Israel," kata Eisenkot pada Rabu (1/7).
Eisenkot merujuk pada wawancara Netanyahu dengan Channel 14 pada Selasa (30/7).
Dalam wawancara itu, Netanyahu mengklaim telah memasuki Iran dua kali untuk menyelamatkan Israel dari bom atom yang sudah di tangan Iran.
Sejak Israel membantu AS menyerang Iran pada Februari lalu, Netanyahu kerap menyebut Iran sebagai ancaman paling berbahaya di kawasan karena memiliki senjata nuklir.
Namun, belum ada laporan internasional yang mengonfirmasi hal tersebut.
Israel sendiri diyakini sebagai satu-satunya negara di Timur Tengah yang memiliki persenjataan nuklir, meski tidak pernah mengakuinya secara resmi.
Fasilitas nuklir Israel juga tidak diawasi IAEA.
Eisenkot Saingan Utama Netanyahu
Wawancara Netanyahu terjadi saat Israel bersiap menghadapi pemilihan umum dalam beberapa bulan mendatang. Eisenkot, yang menjabat Kepala Staf Militer pada 2015-2019, menjadi salah satu calon kuat penantang Netanyahu.
>>> Penjualan Caroline.id Naik 51%, ASLC Percepat Ekspansi dan Branding
Dalam jajak pendapat Channel 12 pada awal Juni, 38 persen responden menyebut Eisenkot sebagai sosok yang cocok menjadi perdana menteri, sementara Netanyahu hanya 27 persen dan eks PM Naftali Bennett 12 persen.
Update Terbaru
Cara Mudah Mendapatkan Saldo Dana Gratis 2026 dengan Menonton 5 Drama Korea Sub Indo
Kamis / 02-07-2026, 20:17 WIB
Inovasi Kecerdasan Buatan Siap Ubah Pengalaman Piala Dunia 2026
Kamis / 02-07-2026, 20:16 WIB
Microsoft Dikabarkan Siapkan Fitur Disc to Digital untuk Xbox
Kamis / 02-07-2026, 20:16 WIB
Windows 11 Kini Digunakan Lebih dari 70% Gamer Steam, Windows 10 Terus Menurun
Kamis / 02-07-2026, 20:16 WIB
KPK Tahan Direktur MSA di Kasus Suap Terkait Temuan BPK
Kamis / 02-07-2026, 20:16 WIB
Ronaldo Senang Diserbu Suporter Jelang Portugal vs Kroasia
Kamis / 02-07-2026, 20:16 WIB
Five Eyes Peringatkan Serangan Siber Dahsyat Akibat AI dalam Hitungan Bulan
Kamis / 02-07-2026, 20:16 WIB
Pertamina Pastikan Infrastruktur Siap Salurkan BBM B50
Kamis / 02-07-2026, 20:15 WIB
Ekstensi Perplexity AI Palsu di Chrome Web Store Ternyata Malware Pencuri Data
Kamis / 02-07-2026, 20:15 WIB
GIF di Windows 11 Tiba-tiba Hilang? Bukan Bug, Ini Penyebabnya
Kamis / 02-07-2026, 20:15 WIB
Transfer Ban FIFA Tak Mempan? Persib Diam-Diam Rekrut Pemain Baru
Kamis / 02-07-2026, 20:14 WIB
Tuchel Akui Adaptasi Ketinggian Mustahil dalam 4 Hari Jelang Lawan Meksiko
Kamis / 02-07-2026, 20:14 WIB
Siswa SMP di Lumajang Tewas Diduga Dianiaya Teman Sekelas
Kamis / 02-07-2026, 20:14 WIB
Wamendagri Dorong Daerah Perkuat Sektor Kelautan dan Perikanan untuk Ketahanan Pangan
Kamis / 02-07-2026, 20:14 WIB






