Trump Dikabarkan Ingin Ganti Rezim Netanyahu, Ini Partai Garis Keras Israel
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan mulai mempertimbangkan opsi untuk mengganti rezim Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan partai-partai Yahudi garis keras di Israel.
Wacana ini mencuat setelah Trump jengkel dengan sikap Netanyahu yang keras kepala ogah menghentikan serangan ke Lebanon.
>>> Anak Buah Bahlil Ungkap 2 PLTU yang Jadi Pemicu Mati Lampu Pulau Jawa
Pemerintahan Israel yang kini didominasi oleh kelompok garis keras pimpinan PM Netanyahu disebut makin merepotkan Amerika.
Pemerintahan Donald Trump seperti dilaporkan Channel 12 dan dilansir Middle East Monitor, Senin (22/6), menyebutkan bahwa para pejabat di bawah Trump meyakini ada opsi ganti rezim Netanyahu.
"Pemerintahan AS telah menyatakan keprihatinan tentang kelompok garis keras dalam pemerintahan Netanyahu dan berupaya membangun basis dukungan populer baru sebelum pemilu," demikian dilaporkan Channel 12 pada Minggu (21/6) waktu setempat.
Dilaporkan pula, Pemerintahan AS kini sedang menjalin kontak dengan oposisi Israel, seperti Naftali Bennett, mantan PM Israel yang kini menjadi ketua Partai Together, dan Gadi Eisenkot yang merupakan ketua Partai Yashar.
Menurut laman My Jewish Learning, partai-partai garis keras utama di Israel saat ini berhaluan ultranasionalis dan zionis religius.
Salah satu ciri kuat mereka menentang pembentukan negara Palestina dan sangat mendukung perluasan permukiman di Tepi Barat.
Partai-partai sayap kanan ini memiliki pengaruh politis yang sangat kuat karena kerap menjadi penentu dalam pembentukan koalisi pemerintahan, termasuk saat ini.
Partai-partai Garis Keras di Israel
Berikut adalah partai-partai garis keras di Israel yang perlu diketahui.
Partai Likud saat ini dipimpin Benyamin Netanyahu.
Didirikan pada tahun 1973, Likud merupakan partai politik terbesar di Israel dan pembawa panji politik sayap kanan Israel.
Update Terbaru
Cara Mudah Mendapatkan Saldo Dana Gratis 2026 dengan Menonton 5 Drama Korea Sub Indo
Kamis / 02-07-2026, 20:17 WIB
Inovasi Kecerdasan Buatan Siap Ubah Pengalaman Piala Dunia 2026
Kamis / 02-07-2026, 20:16 WIB
Microsoft Dikabarkan Siapkan Fitur Disc to Digital untuk Xbox
Kamis / 02-07-2026, 20:16 WIB
Windows 11 Kini Digunakan Lebih dari 70% Gamer Steam, Windows 10 Terus Menurun
Kamis / 02-07-2026, 20:16 WIB
KPK Tahan Direktur MSA di Kasus Suap Terkait Temuan BPK
Kamis / 02-07-2026, 20:16 WIB
Ronaldo Senang Diserbu Suporter Jelang Portugal vs Kroasia
Kamis / 02-07-2026, 20:16 WIB
Five Eyes Peringatkan Serangan Siber Dahsyat Akibat AI dalam Hitungan Bulan
Kamis / 02-07-2026, 20:16 WIB
Pertamina Pastikan Infrastruktur Siap Salurkan BBM B50
Kamis / 02-07-2026, 20:15 WIB
Ekstensi Perplexity AI Palsu di Chrome Web Store Ternyata Malware Pencuri Data
Kamis / 02-07-2026, 20:15 WIB
GIF di Windows 11 Tiba-tiba Hilang? Bukan Bug, Ini Penyebabnya
Kamis / 02-07-2026, 20:15 WIB
Transfer Ban FIFA Tak Mempan? Persib Diam-Diam Rekrut Pemain Baru
Kamis / 02-07-2026, 20:14 WIB
Tuchel Akui Adaptasi Ketinggian Mustahil dalam 4 Hari Jelang Lawan Meksiko
Kamis / 02-07-2026, 20:14 WIB
Siswa SMP di Lumajang Tewas Diduga Dianiaya Teman Sekelas
Kamis / 02-07-2026, 20:14 WIB
Wamendagri Dorong Daerah Perkuat Sektor Kelautan dan Perikanan untuk Ketahanan Pangan
Kamis / 02-07-2026, 20:14 WIB






