Musim hujan sering menjadi periode krusial bagi kesehatan masyarakat. Lingkungan lembap dan sanitasi buruk meningkatkan risiko penyakit menular.

Selain Demam Berdarah Dengue (DBD) yang sudah endemi di wilayah tropis, ahli kesehatan memperingatkan potensi penyebaran Hantavirus. Kedua penyakit ini memiliki kemiripan gejala awal.

>>> Amanode Masuk Regulatory Sandbox OJK untuk Uji Likuiditas Kripto

Perbedaan Vektor dan Penularan

Perbedaan mendasar terletak pada vektor atau hewan pembawa virus. DBD disebabkan virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus.

Hantavirus berasal dari paparan material terkontaminasi hewan pengerat. Penularan terjadi melalui kontak langsung dengan urine, air liur, kotoran, atau menghirup partikel virus di udara.

Kemiripan Gejala Awal

Pada fase awal, kedua penyakit sulit dibedakan tanpa uji laboratorium. Pasien umumnya mengalami demam tinggi mendadak, nyeri otot, dan sakit kepala hebat.

Gejala lain meliputi mual, muntah, dan tubuh terasa sangat lemas.

Komplikasi dan Risiko Kesehatan

Seiring perkembangan penyakit, komplikasi menunjukkan karakteristik berbeda.

Menurut CDC, Hantavirus dapat berkembang menjadi Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang menyerang sistem pernapasan dan menyebabkan sesak napas berat.

>>> BMKG Prakirakan Cuaca Bandung Besok: Hujan Ringan dan UV Ekstrem

WHO mencatat DBD dapat memicu penurunan trombosit drastis. Jika tidak ditangani, pasien berisiko mengalami perdarahan internal hingga syok dengue.

Diagnosis Medis

Diagnosis bergantung pada hasil pemeriksaan laboratorium. Tes DBD berfokus pada kadar trombosit, hematokrit, serta deteksi antigen NS1 atau antibodi IgG/IgM.

Sedangkan tes Hantavirus memerlukan pemeriksaan antibodi spesifik atau deteksi material genetik virus melalui PCR.

Langkah Pencegahan di Musim Hujan

Pakar kesehatan menyarankan sanitasi lingkungan dengan menutup tempat penampungan air untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk.

Langkah berikutnya adalah kontrol hewan pengerat dengan menjaga kebersihan rumah dan memastikan tidak ada sisa makanan yang mengundang tikus.

Masyarakat juga diimbau melakukan proteksi diri dengan menghindari kontak langsung dengan kotoran tikus serta menggunakan masker saat membersihkan area lembap.

>>> Xiaomi Siapkan Redmi K90 Ultra dengan Pengisian Daya Cepat 100W

Terakhir, pengaturan sirkulasi udara harus diperhatikan dengan memastikan ventilasi ruangan berjalan baik. Kewaspadaan dini terhadap gejala selama musim hujan dapat mempercepat penanganan medis dan mengurangi risiko komplikasi serius.