Hideaki Nakano, sutradara musim kedua anime Wistoria: Wand and Sword, mengungkapkan perjalanannya dari storyboarder hingga menjadi sutradara dalam wawancara eksklusif dengan Anime News Network.

Nakano mengaku awalnya tertarik pada proyek ini karena keindahan gambar manga yang ingin ia hidupkan dalam bentuk animasi.

Ia menyebut bahwa cara manga menangkap objek tiga dimensi sangat instruktif dan memperluas kemampuannya dalam menggambar.

Dari Storyboard ke Sutradara

Nakano menjelaskan bahwa promosinya terjadi karena sutradara utama Tatsuya Yoshihara terlalu sibuk dengan proyek lain.

Sebagai sutradara episode, ia hanya menangani sejumlah episode, tetapi sebagai sutradara musim, ia bisa fokus pada Wistoria sebagai satu karya utuh.

Tantangan terbesar adalah menjaga konsistensi kualitas dengan staf yang besar. Pada episode 21 yang ia storyboard sendiri, ia secara pribadi mengerjakan ulang layout di banyak potongan.

Bagian yang paling ia nikmati adalah membuat art board karena memudahkan refleksi suasana dan warna yang diinginkan.

Contohnya, ruang Edward setelah ujian akhir di episode 13 diberi nuansa gelap dan tidak nyaman, sementara langit biru setelah Devander dikalahkan di episode 16 dibuat lebih indah dari langit malam biasa.

Taman tempat Will dan Rosty bicara di episode 13 adalah tempat yang sama dengan Will dan Elfaria di episode 24.

Episode 13 diberi warna biru yang sepi, sedangkan episode 24 digambarkan dengan suasana romantis.

Pengaruh dan Gaya Penyutradaraan

Nakano telah lama bekerja dengan sutradara utama Yoshihara dan mengagumi kemampuannya melihat gambaran besar serta menentukan potongan mana yang paling efektif jika diperbaiki.

Ia juga terpengaruh oleh sutradara Takahiro Ōmori yang menggambar layout dengan sangat presisi dan akurat.