Bapak Luhut senantiasa menekankan bahwa birokrasi yang tangkas harus berani mengadopsi teknologi silang instansi demi efisiensi nasional,” ucap Jodi Mahardi.

Pernyataan Ketua DEN

Klarifikasi ini diterbitkan setelah pernyataan Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan pada hari sebelumnya.

>>> Balinale 2026 Hadirkan Enam Film Hongkong Berbagai Genre di Bali

Ia membahas peluang efisiensi penggunaan personel melalui teknologi digital.

Wacana pemanfaatan kecerdasan buatan sempat memicu diskusi publik mengenai masa depan Bea Cukai.

“Ya kita lihat saja nanti Pak Sua (Suahasi Nazara, Wakil Menteri Keuangan) punya mainan. Kalau memang nanti enggak perlu ya ngapain pakai-pakai Bea Cukai.

Atau tugasnya dia Bea Cukai ada tapi semua AI,” kata Luhut Binsar Pandjaitan pada Senin (25/5/2026).

Respons Menteri Keuangan

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa langsung memberikan respons tegas terkait operasional harian instansi di bawah kementeriannya.

Ia memastikan seluruh prosedur pemeriksaan dokumen dan fisik barang komoditas ekspor maupun impor tetap berjalan seperti biasa.

“Tetap seperti biasa, bedanya apa memang? Kan itu kan pelaporan segala macam ke sana nanti dia yang melakukan trading.

Tapi kan ekspor impor yang periksa Bea Cukai kan masih,” kata Purbaya Yudhi Sadewa.

Hingga saat ini, belum ada instruksi khusus dari Presiden Joko Widodo ataupun Presiden Terpilih terkait pengurangan kewenangan instansi tersebut.

Purbaya menegaskan fokus kebijakan pemerintah pusat saat ini adalah penguatan kelembagaan.

“Jadi bukan berarti fungsi Bea Cukai hilang.

Jadi ada yang bilang seperti itu tapi saya belum pernah dapat petunjuk Bapak Presiden tentang itu, dan Presiden sepertinya belum pernah mendiskusikan itu ke depannya.

Justru dia billing kan kita perkuat Bea Cukai,” timpal Purbaya Yudhi Sadewa.

Kementerian Keuangan berkomitmen menjalankan agenda perbaikan internal instansi sesuai arahan kepala negara.

Pengawasan ketat terhadap kinerja struktural Bea Cukai akan terus dievaluasi demi meningkatkan akuntabilitas pelayanan publik.

>>> Indonesia Catat 1,4 Juta Pasien Lupus dengan Tingkat Kematian Tinggi

“Masih sama, tapi akan diperbaiki lagi seperti dalam pidato Bapak Presiden itu. Kalau enggak becus katanya kepalanya mesti dicopot kan itu,” tegas Purbaya Yudhi Sadewa.