Sidang Blueray Ungkap Uang Ratusan Juta untuk Karaoke Pejabat Bea Cukai
Asisten Pribadi Direktur PT Blueray Cargo (Grup) John Field, Yohanes Setiawan, mengungkapkan bahwa perusahaan mencatat biaya hiburan untuk pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dengan kode 'Sales 02'.
Hal itu disampaikan Yohanes saat menjadi saksi dalam sidang kasus suap di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Selasa (14/7).
>>> Oba Femi Konfrontasi Brock Lesnar di WWE Raw, Polisi Terlibat
Terdakwa dalam perkara ini adalah Kasubdit Intelijen Direktorat Penindakan dan Penyidikan Ditjen Bea dan Cukai, Sisprian Subiaksono, dan kawan-kawan.
Yohanes menjelaskan bahwa biaya tersebut bukan uang tunai yang disiapkan, melainkan pengeluaran untuk kegiatan hiburan yang dicatat oleh bagian keuangan perusahaan.
"Sifatnya bukan penyiapan, tapi lebih entertaint. Kita catat di divisi keuangan.
Entertaint-nya dengan pihak Bea Cukai, dan di kantor disebut kodenya 'Sales 02'," ujarnya.
Salah satu hiburan yang diungkap Yohanes adalah acara karaoke di Spectra Grand Mercure bersama Orlando Hamonangan, Kepala Seksi Intelijen Kepabeanan I Direktorat Penindakan dan Penyidikan.
Seluruh biaya dibayarkan menggunakan kartu kredit perusahaan.
"Contoh yang saya alami langsung adalah di Grand Mercure, karaoke dengan Pak Orlando," tutur Yohanes.
>>> Jaksa AS Tuntut Hukuman Seumur Hidup untuk Pendiri Kartel Sinaloa
Ia menambahkan bahwa kartu kredit tersebut sudah disiapkan perusahaan untuk menanggung tagihan hiburan pejabat Bea Cukai.
Yohanes hanya bertanggung jawab untuk urusan Orlando, sementara pejabat lain ditangani staf berbeda.
Ketika ditanya jaksa mengenai total biaya hiburan, Yohanes mengaku tidak bisa menyebutkan angka pasti. "Ratusan juta mungkin ya.
Saya tidak bisa menyebutkan jumlah secara eksaknya," klaimnya.
Dalam surat dakwaan, jaksa menyebutkan bahwa sejumlah pejabat Ditjen Bea dan Cukai menerima uang dari John Field, Dedy Kurniawan Sukolo, dan Andri—pihak Blueray Cargo—sebesar Rp61,74 miliar dalam bentuk dolar Singapura, serta fasilitas hiburan dan barang mewah senilai Rp1,84 miliar.
Sisprian diduga menerima Rp7 miliar; Direktur Penindakan dan Penyidikan Ditjen Bea dan Cukai, Rizal, menerima Rp14 miliar dalam dolar Singapura; dan Orlando Hamonangan menerima Rp4,05 miliar dalam dolar Singapura serta barang mewah senilai Rp1,51 miliar.
Uang tersebut bertujuan agar barang impor milik Blueray Cargo lebih cepat keluar dari pengawasan kepabeanan.
>>> Iran Sindir Trump Mau Pungut Tarif Kapal Lewat Hormuz: Benar Sekali
Selain suap, ada dakwaan gratifikasi berupa penerimaan uang total Rp7,51 miliar, Sin$314.755, Sin$182.800, HKD4.700, dan RM8.100 dari berbagai pihak swasta.
Update Terbaru
Iran Sindir Trump Mau Pungut Tarif Kapal Lewat Hormuz: 20% Kemahalan
Selasa / 14-07-2026, 19:00 WIB
Don Ritto Bantah Uang di Kafe dan Money Changer Terkait Korupsi
Selasa / 14-07-2026, 19:00 WIB
Argentina Pakai Jersey 'Jimat' Biru Tua Hadapi Inggris di Semifinal Piala Dunia
Selasa / 14-07-2026, 19:00 WIB
Menteri Imipas Ungkap Alasan Febrie Hanya Dicekal 20 Hari
Selasa / 14-07-2026, 19:00 WIB
IOA Global dan Pemprov Jateng Jajaki Kerja Sama Investasi Hingga Vokasi
Selasa / 14-07-2026, 19:00 WIB
Cara Mendapatkan Saldo Dana Gratis Lewat 5 Game Penghasil Uang Terbaik 2026
Selasa / 14-07-2026, 18:59 WIB
Gaikindo: Industri Siap Terapkan B50, Aman untuk Mesin Diesel
Selasa / 14-07-2026, 18:59 WIB
Dituduh Kolusi dengan Israel, Eks Presiden Iran Buka Suara
Selasa / 14-07-2026, 18:59 WIB
Geger Lirik Vulgar Lagu 'Gapapa', Icha Chellow Resmi Dipolisikan AMI: Ini Lirik Asli Anisa Bahar yang Penuh Makna
Selasa / 14-07-2026, 18:58 WIB
Panduan Praktis Mengajarkan Literasi Keuangan untuk 25 Anak Panti Asuhan YPMS Sepanjang 2026
Selasa / 14-07-2026, 18:57 WIB
Jelang Inggris vs Argentina: Cerita Tangan Tuhan Mario Kempes yang Untungkan Albiceleste
Selasa / 14-07-2026, 18:56 WIB
Belum Genap Sepekan, Igor Tolic Sudah Keluhkan Lapangan Latihan Persib
Selasa / 14-07-2026, 18:56 WIB
Tanggap Darurat Kebakaran TPA Jatiwaringin Resmi Berakhir
Selasa / 14-07-2026, 18:56 WIB







