Minum segelas air sebelum makan pertama di pagi hari membantu memulai pencernaan dan mengaktifkan jam biologis.

Menjaga asupan cairan sepanjang hari mendukung fungsi serat. Mengurangi konsumsi cairan di malam hari memberi sinyal bagi tubuh untuk beristirahat dan memulihkan diri.

3. Tidur sebagai Waktu Pemulihan Usus

Tidur adalah proses biologis kompleks. Sebelum otak beristirahat, sistem pencernaan mengirim sinyal ke sistem saraf apakah tubuh perlu waspada atau mulai istirahat.

Hindari makanan berat, kafein, makanan tinggi lemak, atau manis menjelang tidur.

Membaca ringan, peregangan lembut, atau teh herbal 30-60 menit sebelum tidur dapat menjadi sinyal bagi jam biologis dan usus.

Menjaga waktu tidur dan bangun konsisten membantu kualitas tidur sehingga bakteri usus menyesuaikan ritmenya.

Dampak Stres terhadap Hubungan Usus dan Otak

Stres dapat mengganggu rutinitas tidur dan memengaruhi kondisi fisiologis. Penelitian menunjukkan bahwa triliunan bakteri di usus berperan mengatur respons terhadap stres bersama ritme sirkadian.

Kortisol, hormon stres utama, dapat mengganggu pergerakan usus, merusak ritme sirkadian, dan mengubah mikrobioma usus. Akibatnya, sistem pencernaan menjadi lebih sensitif.

"Jauh sebelum sains menjelaskannya, kebijaksanaan tradisional mengajarkan hidup selaras dengan ritme alami.

Menghadirkan pola itu ke gaya hidup perkotaan tidak butuh kesempurnaan, melainkan perubahan kecil yang konsisten," ucap Dr. Vipada.

>>> Dewi Gontha Bagikan Tips Hadiri Java Jazz Festival 2026 di Venue Baru

"Seiring waktu, tubuh menemukan kembali keseimbangannya, dan kesehatan menjadi soal keselarasan," tuturnya.