Kebiasaan makan yang selaras dengan jam biologis atau ritme sirkadian terbukti membantu tubuh bekerja lebih optimal, mulai dari pencernaan hingga tidur.

Pola ini sudah lama diterapkan dalam budaya Asia, seperti makan lebih awal dan menghindari makan malam berlebihan.

>>> Masjid Istiqlal Gelar Salat Idul Adha 1447 H Terbuka untuk Umum

Sistem pencernaan sangat sensitif terhadap ritme waktu, termasuk bakteri baik di usus.

Penelitian menunjukkan bahwa bakteri usus dan jam biologis saling berkomunikasi dan memengaruhi metabolisme, berat badan, sensitivitas insulin, kesehatan jantung, dan kekebalan tubuh.

"Tantangannya adalah gaya hidup modern mengganggu komunikasi alami tersebut.

Begadang, jadwal makan tidak teratur, kerja shift, dan kebiasaan menatap layar di malam hari dapat mengacaukan ritme jam biologis," kata Dr. Vipada Sae-Lao, Nutrition Education and Training Lead, Asia Pacific, Herbalife.

"Ketika jam biologis tidak sinkron, kondisi usus terganggu, meningkatkan risiko kenaikan berat badan, ketidakseimbangan gula darah, dan peradangan jangka panjang," jelasnya.

Kebiasaan untuk Menyelaraskan Jam Biologis dan Usus

Memulihkan keseimbangan dapat dilakukan melalui kebiasaan sederhana namun konsisten.

1. Nutrisi Seimbang di Pagi Hari

Setelah berpuasa semalaman, usus dalam kondisi optimal dengan enzim pencernaan aktif. Memulai hari dengan makanan bergizi seimbang dan mengatur jarak makan teratur menjaga energi tetap stabil.

Pastikan setiap waktu makan mengandung serat, protein berkualitas, lemak sehat, dan karbohidrat kompleks. Konsistensi waktu makan penting, idealnya dalam rentang delapan hingga 12 jam setiap hari.

2. Pengaturan Waktu Hidrasi

Air berperan dalam setiap tahap pencernaan, dari produksi air liur hingga pergerakan sisa makanan.

>>> BTS Raih Artist of the Year di American Music Awards 2026