Kasus Kim Soo Hyun Makin Panas, Polisi Minta Penahanan Kepala Garosero
Kasus hukum yang melibatkan aktor Kim Soo Hyun memasuki babak baru. Jaksa penuntut Korea Selatan mengajukan permohonan penahanan pra-persidangan untuk Kim Se-ui, kepala saluran YouTube Garosero Institute (HoverLab).
Permintaan ini merupakan eskalasi besar dalam kontroversi yang telah berlangsung lebih dari setahun, terkait tuduhan yang melibatkan mendiang aktris Kim Sae-ron.
>>> Pemerintah Pangkas Anggaran Makan Bergizi Gratis Jadi Rp 268 Triliun
Pada Rabu, Kantor Kejaksaan Distrik Pusat Seoul mengonfirmasi telah meminta surat perintah penangkapan untuk Kim Se-ui.
Otoritas mengatakan langkah ini menyusul pengajuan sebelumnya oleh Kantor Polisi Gangnam pada 14 Mei, dengan dugaan pelanggaran Undang-Undang Khusus tentang Hukuman Kejahatan Seksual, termasuk perekaman dan distribusi ilegal, serta tuduhan pencemaran nama baik.
Tuduhan dan Bukti Audio
Jaksa menuduh Kim menyebarkan informasi palsu melalui siaran online yang mengklaim Kim Soo Hyun berkencan dengan Kim Sae-ron saat ia masih di bawah umur.
Ia juga dituduh menyatakan bahwa tekanan dari pihak Kim Soo Hyun untuk melunasi utang berkontribusi pada kematian aktris tersebut.
Otoritas lebih lanjut mengklaim bahwa ia merusak reputasi aktor dengan menggunakan audio yang dihasilkan AI untuk mendukung tuduhan tersebut.
Bagian penting dari penyelidikan melibatkan file suara yang direkam yang diduga berisi pernyataan Kim Sae-ron. Tim hukum Kim Soo Hyun berpendapat bahwa rekaman itu dimanipulasi menggunakan kecerdasan buatan.
Polisi kemudian meminta analisis dari Layanan Forensik Nasional untuk menentukan keasliannya.
>>> IHSG Bervariasi Cenderung Melemah, Saham Prajogo Pangestu Melonjak
Pada November, lembaga tersebut melaporkan bahwa mereka tidak dapat memastikan apakah file itu telah diubah menggunakan teknologi AI.
Sengketa ini pertama kali menarik perhatian luas pada Mei tahun lalu, ketika Kim Se-ui mengadakan konferensi pers bersama keluarga Kim Sae-ron.
Update Terbaru
Eric Trump Kehilangan Lebih dari $600 Juta dari Investasi Kripto Ayahnya
Jumat / 10-07-2026, 21:04 WIB
Ancaman Penutupan Toko Digital PS3 dan Vita Picu Kekhawatiran Kolektor
Jumat / 10-07-2026, 21:04 WIB
Xbox Bantah Hanya Satu Orang di Texas yang Kerjakan Engine id Software
Jumat / 10-07-2026, 21:00 WIB
Kelompok Lingkungan Desak Trump Relisting Paus Abu-abu yang Terancam Punah
Jumat / 10-07-2026, 20:59 WIB
Protes di Benggala Barat Memanas Usai Kekerasan dan Penembakan oleh Polisi
Jumat / 10-07-2026, 20:59 WIB
Novel Epilog Mushoku Tensei: Redundant Reincarnation Berakhir di Volume 4
Jumat / 10-07-2026, 20:57 WIB
Blue Lock: Persaingan Terbesar Justru di Antara Sang Pencipta
Jumat / 10-07-2026, 20:57 WIB
BRIN Perluas Beasiswa dan Mobilitas Riset untuk Siapkan Talenta Nuklir
Jumat / 10-07-2026, 20:56 WIB
MMA Indonesia Q2 2026: 88% Konsumen Ikut Event Double-Date Sale
Jumat / 10-07-2026, 20:56 WIB
Saya Ganti Setup Produktivitas Android yang Berantakan dengan Google Keep, Tasks, dan Calendar
Jumat / 10-07-2026, 20:56 WIB
Harga RAM DDR4 Diprediksi Naik 50%, Bisa Lebih Mahal dari DDR5
Jumat / 10-07-2026, 20:56 WIB
Courtois Minta Bek Belgia 'Keroyok' Yamal di Perempat Final Piala Dunia
Jumat / 10-07-2026, 20:56 WIB
Epic Games Store Bagikan Dua Game Gratis: Nova Lands dan Tattoo Tycoon
Jumat / 10-07-2026, 20:54 WIB
Azerbaijan Diam-diam Bantu Israel Perangi Iran, Laporan CNN
Jumat / 10-07-2026, 20:54 WIB







