Pemerintah memangkas anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada APBN 2026 sebesar Rp 67 triliun. Pagu awal Rp 335 triliun kini menjadi Rp 268 triliun.

Keputusan ini diambil untuk memastikan efisiensi program prioritas nasional tersebut. Badan Gizi Nasional (BGN) segera melakukan penyesuaian operasional di lapangan.

>>> RedBird Pecat Allegri dan CEO AC Milan Usai Gagal ke Liga Champions

Penyesuaian Pola Pembagian Makanan

Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, menyatakan bahwa penerima manfaat tetap sama. Namun, pola pembagian makanan diubah.

Semula pembagian dijadwalkan enam hari dalam sepekan. Kini disesuaikan menjadi lima hari saja, mengikuti hari sekolah.

"Ada di sekolahnya lima hari kan, umumnya lima hari.

Biasanya, misalkan hari di tengah-tengah minggu misalkan hari Rabu atau hari Kamis libur, hari Rabu dan Kamis tidak diberikan MBG," ujar Sony Sonjaya di Jakarta, Senin (25/5/2026).

Langkah penghematan ini berdasarkan instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto. Tujuannya agar pengelolaan dana oleh BGN berjalan lebih optimal.

>>> Penulis 'Perfect Crown' Akui Kesalahan, Publik Tetap Minta Drama Ditarik

Efisiensi Anggaran

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa penyesuaian keuangan ini agar dana negara terserap lebih efektif.

"MBG sudah mencapai Rp 75 triliun, itu 22,4% dari APBN yang sebesar Rp 335 triliun. Tapi nanti bukan Rp 335 triliun.

Ada penghematan tertentu sesuai dengan instruksi Presiden, sehingga dana BGN bisa dipakai lebih efektif dan efisien," ujar Purbaya.

Hingga 30 April 2026, realisasi penyaluran anggaran mencapai Rp 75 triliun atau sekitar 22,4 persen dari pagu awal.

>>> Aldi Taher Siap Ramaikan BeautyFest Asia 2026 dengan Gaya Spontan

Dana ini telah menjangkau 61,96 juta penerima manfaat dan mendukung operasional 27.952 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi.