Penulis drama Korea "Perfect Crown" secara resmi meminta maaf setelah berminggu-minggu dikritik karena penggambaran tradisi era Joseon.

Namun, pernyataan tersebut justru memicu kecaman online yang semakin besar dan kembali menyerukan agar drama itu ditarik.

>>> Berthold Wahjudi Raih CANAL Award di Cannes 2026 Lewat Film Vaterland

Pada 19 Mei, penulis Yoo Ji Won merilis pernyataan publik melalui situs resmi MBC.

Ia menanggapi keluhan tentang latar monarki modern fiktif dan penggunaan adat istana yang terkait dengan Dinasti Joseon.

Dalam permintaan maafnya, Yoo mengakui bahwa produksi kurang melakukan riset sejarah saat mengadaptasi tradisi kerajaan ke dalam latar fantasi modern.

Ia menjelaskan bahwa acara itu dibuat sebagai fantasi romantis yang membayangkan keluarga kerajaan Joseon masih ada di Korea saat ini.

"Saya dengan tulus meminta maaf karena mengecewakan dan mengkhawatirkan pemirsa akibat kontroversi seputar akurasi sejarah acara ini," kata Yoo.

"Saya kurang melakukan riset mendalam dan verifikasi sejarah."

Menurut Koreaboo, Yoo secara khusus menyebut adegan mahkota sembilan manik yang digunakan dalam upacara kerajaan dan momen ketika orang-orang berteriak "cheonse."

Keduanya menjadi titik kritik utama di kalangan pemirsa Korea. Penulis juga mengakui menunda permintaan maaf karena khawatir berbicara terlalu cepat justru akan menimbulkan ketidaknyamanan.

Namun, Yoo mengakui bahwa diam hanya memperburuk situasi.

>>> Harga BBM Pertamina dan Swasta 26 Mei 2026 Belum Alami Perubahan

Penonton Desak Penghapusan 'Perfect Crown'

Meskipun ada permintaan maaf, banyak pemirsa tetap marah. Mereka berpendapat bahwa masalahnya lebih serius daripada sekadar kesalahan sejarah sederhana.

Warganet menuduh drama tersebut melakukan "distorsi sejarah" daripada sekadar masalah akurasi kecil, demikian dilaporkan KpopHit.