Mark Lee, anggota NCT, mendapat tanggapan beragam setelah tampil dalam acara promosi di Thailand pada 27 Juni lalu.

Ia hadir dalam acara solo untuk SISOD Rice Milk, di mana NCT DREAM menjadi duta merek tersebut.

>>> Yoon Eun-hye Akui 14 Tahun Tak Pacaran, Suami Anggota Baby V.O.X Bangkitkan Minatnya pada Cinta

Untuk kesempatan itu, Mark mengenakan kemeja putih, rompi biru, dan celana panjang biru senada.

Tak lama setelah foto-fotonya beredar, sebagian warganet mengkritik penampilannya.

Ada yang membandingkan gayanya dengan pakaian sederhana anggota Gereja Mormon, sementara yang lain berkomentar bahwa ia terlihat lebih tua dari usianya.

Pembelaan dari Penggemar

Namun, banyak penggemar segera membela Mark. Mereka menunjukkan bahwa Thailand sedang dalam masa berkabung dan panitia telah menginformasikan aturan berpakaian yang sesuai.

Para pendukung berpendapat bahwa pakaian Mark sudah sesuai dengan suasana hormat yang diharapkan, dan banyak yang memuji penampilannya.

>>> Choi Woo Shik Tanggapi Tuduhan Diskriminasi Rasial di Paris

Diskusi online menunjukkan perpecahan: sebagian terus mengkritik gayanya, sementara lainnya menyebutnya tampan dan setuju bahwa pakaian formal cocok untuk acara tersebut.

Di saat bersamaan, Mark juga masih dalam sorotan terkait foto yang diunggah label barunya, Upper Room.

Foto itu memperlihatkan Mark mengenakan kaos raglan vintage dengan bendera Konfederasi, yang menuai kritik setelah beredar luas. Unggahan tersebut kemudian dihapus.

Upper Room merilis permintaan maaf publik, menyatakan "sangat menyesal" atas kekhawatiran dan kekecewaan yang ditimbulkan.

Label itu menjelaskan bahwa mereka memilih kaos tersebut sebagai barang vintage tanpa menyadari sensitivitas historis simbol tersebut.

>>> Jungkook BTS Akui Cemas Saat Hadiri Acara Fashion Week

Mereka menegaskan "dengan tegas menolak dan tidak mentolerir rasisme, kebencian, diskriminasi, atau bentuk intoleransi apa pun."