Polri Berwenang Hapus Data Kendaraan yang Lalai Pajak
Kendaraan bermotor wajib memiliki dokumen resmi yang sah agar status kepemilikannya diakui hukum. Data Registrasi dan Identifikasi (Regident) kendaraan harus terus aktif dan valid di sistem nasional.
Namun, status legalitas tersebut tidak selalu melekat selamanya. Kepolisian memiliki kewenangan untuk menghapus data kendaraan dari basis data nasional jika pemilik tidak memenuhi kewajiban administratif.
>>> Korlantas Polri Siapkan ETLE untuk Tindak Kendaraan ODOL
Validasi data Regident sangat penting untuk menjamin keabsahan kepemilikan.
Langkah ini juga mempermudah identifikasi melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) dan mencegah tindak kejahatan seperti pencurian kendaraan.
Kendaraan bodong adalah kendaraan yang tidak dilengkapi dokumen resmi seperti BPKB dan STNK. Status ini juga berlaku bagi kendaraan yang data fisiknya tidak sesuai dengan dokumen resmi.
Kendaraan yang awalnya memiliki surat-surat sah dapat berubah status menjadi bodong.
Risiko ini muncul jika pemilik lalai melakukan pengesahan STNK tahunan atau tidak memperpanjang masa berlaku STNK lima tahunan.
Kelalaian yang dibiarkan terus-menerus membuat data kendaraan berpotensi dihapus dari sistem Regident nasional. Aturan ini telah ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009, khususnya Pasal 74.
Kriteria Penghapusan Data Regident
Penghapusan data registrasi kendaraan dapat dilakukan jika kendaraan mengalami kerusakan berat hingga tidak bisa dioperasikan lagi. Langkah ini diambil demi ketertiban administrasi.
>>> Chery Indonesia Hitung Ulang Harga Mobil Akibat Pelemahan Rupiah
Selain itu, penghapusan data dilakukan jika pemilik tidak melakukan registrasi ulang setidaknya dua tahun setelah masa berlaku STNK habis.
Total waktu ketidakaktifan ini bisa mencapai sekitar tujuh tahun berturut-turut.
Ketentuan tersebut diperkuat melalui Peraturan Kepolisian Nomor 7 Tahun 2021. Regulasi ini menegaskan bahwa kendaraan yang datanya telah dihapus tidak dapat diregistrasi atau didaftarkan kembali.
Update Terbaru
Lee Sang-min Akhirnya Lunasi Utang, Ungkap Pendapatan Rp16 Miliar
Minggu / 05-07-2026, 09:53 WIB
Singapura Bangun Pusat Wellness Tourism Seluas 9 Lapangan Sepak Bola
Minggu / 05-07-2026, 09:47 WIB
Maroko Buktikan Diri Bukan Tim Keberuntungan di Piala Dunia
Minggu / 05-07-2026, 09:43 WIB
Trump Telepon Putin dan Zelensky Bahas Perang Ukraina Jelang KTT NATO
Minggu / 05-07-2026, 09:43 WIB
Gerai Samsat PRJ 2026 Permudah Bayar Pajak, Bebas Denda dan Ada Suvenir
Minggu / 05-07-2026, 09:43 WIB
Mbappe Lebih Subur dari Brasil, Inggris, Portugal, dan Spanyol di Fase Gugur Piala Dunia
Minggu / 05-07-2026, 09:43 WIB
Buruh Pabrik AC di China Lembur Gegara Eropa Dilanda Gelombang Panas
Minggu / 05-07-2026, 09:43 WIB
Vozinha di Instagram: Dari 50 Ribu ke 24 Juta Pengikut Berkat Piala Dunia
Minggu / 05-07-2026, 09:43 WIB
Korban Tewas Gempa Venezuela Hampir 3.000 Orang
Minggu / 05-07-2026, 09:42 WIB
Cara Mendapatkan 3 Fitur Unggulan MacBook Pro 2026
Minggu / 05-07-2026, 09:35 WIB
Chicago Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan AS di Tengah Cuaca Panas Ekstrem
Minggu / 05-07-2026, 09:33 WIB
Warga Texas Protes Saudi Aramco soal Polusi di Tengah Sponsor Piala Dunia
Minggu / 05-07-2026, 09:33 WIB
LeBron James Tinggalkan Lakers, Banyak Tim Buru Pemain Bebas
Minggu / 05-07-2026, 09:32 WIB
TNT Sports dan DAZN Luncurkan Seri Tinju Bulanan, Abdullah Mason Jadi Bintang Utama
Minggu / 05-07-2026, 09:30 WIB







