PT Chery Group Indonesia sedang mengevaluasi ulang harga jual mobil baru di pasar domestik.

Langkah ini dipicu oleh lonjakan biaya produksi akibat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

>>> Harga PHEV hingga Rute Baru PO Sinar Jaya Jadi Sorotan

Kurs rupiah sempat menembus level Rp 17.700 per dolar AS dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini mendorong Chery untuk melakukan kalkulasi internal.

Presiden Direktur Chery Group Indonesia, Zeng Shuo, menjelaskan bahwa kenaikan biaya operasional menjadi faktor utama.

"Kami juga lagi lihat karena sekarang salah satu alasannya semua biaya lagi naik, jadi ada faktor itu juga, kami lagi coba kalkulasi," ujarnya.

>>> BYD M6 DM Berpotensi Jadi Mobil PHEV Termurah di Indonesia

Penyesuaian strategi harga ini dipengaruhi oleh ketergantungan industri otomotif terhadap komponen impor. Bahan baku yang digunakan sebagian besar bertransaksi dalam dolar AS.

"Tapi kalau biaya tetap naik, ada kemungkinan harganya naik juga ya," kata Zeng Shuo.

Fluktuasi nilai tukar menjadi tantangan besar bagi produsen yang agresif meluncurkan kendaraan listrik dan model SUV baru. Sebagian besar teknologi utama masih didatangkan dari luar negeri.

>>> Toyota GR Car Meet 2026: Pameran 400 Mobil Modifikasi di GBK Senayan

Chery Indonesia terus memantau perkembangan kurs untuk menentukan langkah selanjutnya. Keputusan mengenai harga jual akan diumumkan setelah kalkulasi selesai.