Belasan duta besar negara-negara Eropa menyusuri desa-desa pesisir di Likupang Timur, Minahasa Utara, pekan lalu.

Alih-alih berdialog di ruang rapat, mereka turun ke laut, bertemu nelayan, dan menyelam mengamati terumbu karang yang berhasil dikonservasi.

>>> DPR AS Loloskan RUU Anggaran Pertahanan Rp20.581 Triliun

Kunjungan ini merupakan bagian dari program 'Marine Biodiversity and Support of Coastal Fisheries in the Coral Triangle'.

Program tersebut merupakan kerja sama Kementerian Kehutanan dengan Uni Eropa melalui Bank Pembangunan Jerman (KfW) dan Wildlife Conservation Society (WCS) Indonesia.

Program berjalan di Sulawesi Utara dan Maluku Utara sejak 2019.

Delegasi dari 12 Negara Eropa

Sebanyak dua belas duta besar dan pejabat tinggi kedutaan dari Belanda, Austria, Prancis, Spanyol, Bulgaria, Lithuania, Belgia, Portugal, Republik Ceko, Irlandia, Denmark, dan Finlandia terlibat dalam kunjungan.

Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia memimpin rombongan.

Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Denis Chaibi, mengatakan kunjungan bersama para duta besar negara anggota UE ke luar Jakarta dan luar Pulau Jawa merupakan momen langka.

"Ini mungkin pertama kalinya dalam waktu lama, tim dari negara-negara anggota Uni Eropa berkunjung bersama ke satu tempat di luar Pulau Jawa," ujarnya kepada CNN Indonesia, Jumat (17/7).

Para delegasi berdialog dengan kelompok nelayan yang menerapkan pola penangkapan ikan berkelanjutan.

Mereka juga turun ke laut untuk menyelam dan mengamati kondisi terumbu karang.

Country Director KfW Development Bank Indonesia, Burkhard Hinz, mencontohkan seorang nelayan yang pendapatannya meningkat dua kali lipat setelah mengubah pola menangkap ikan.

"Pendapatannya berlipat ganda hanya karena mengubah pola menangkap ikan, dan itu tidak butuh biaya sepeser pun," ucap dia.