Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal medis JAMA mengungkap bahwa berjalan kaki sebanyak 8.000 langkah secara rutin, meski hanya satu atau dua kali dalam seminggu, dapat memberikan manfaat kesehatan signifikan, termasuk potensi memperpanjang usia.

Temuan ini menjadi kabar baik bagi para "weekend warrior"—sebutan bagi mereka yang hanya sempat berolahraga pada akhir pekan.

>>> 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak

Studi ini mengevaluasi data dari 3.101 orang dewasa yang berpartisipasi dalam Survei Kesehatan dan Gizi Nasional.

Para peserta mengenakan akselerometer selama satu minggu untuk melacak jumlah langkah, yang kemudian diukur terhadap data mortalitas hingga akhir 2019.

Penurunan Risiko Kematian

Hasilnya, orang yang berjalan setidaknya 8.000 langkah selama satu atau dua hari memiliki risiko kematian 15% lebih rendah dalam 10 tahun ke depan.

Sementara itu, mereka yang mencapai 8.000 langkah atau lebih tiga hingga tujuh hari seminggu memiliki risiko 16,5% lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang sangat sedikit berjalan.

>>> 4 Parfum Lokal Rumah Atsiri Terlaris di Shopee, Wanginya Tidak Pasaran

Risiko kematian akibat penyakit jantung juga berbeda tipis: 8,1% untuk kelompok satu-dua hari, dan 8,4% untuk kelompok yang bergerak teratur setiap hari.

"Temuan studi menunjukkan bahwa bagi orang dewasa yang menghadapi kesulitan untuk berolahraga secara teratur, mencapai jumlah langkah harian yang direkomendasikan hanya beberapa hari dalam seminggu mungkin memiliki manfaat kesehatan yang berarti," tulis kesimpulan studi tersebut.

Meski studi ini memiliki keterbatasan—seperti hanya melacak aktivitas berbasis langkah dan tidak menghitung olahraga lain—para ahli menilai hasilnya realistis dengan kehidupan modern.

>>> Eks Jampidsus Febrie Mangkir Pemeriksaan, Kejagung Akan Panggil Ulang

Dr. Sean Heffron, ahli kardiologi di NYU Langone Health, mengatakan aktivitas fisik seperti berjalan kaki mampu merangsang sel tubuh, jantung, dan otot untuk menghasilkan enzim yang mendukung metabolisme, meningkatkan sensitivitas insulin, menjaga tekanan darah, dan mengontrol berat badan.