Kepala industri energi David Whitehouse akan mendesak Menteri Energi baru Miatta Fahnbulleh untuk memprioritaskan produksi minyak dan gas dalam negeri saat pertemuan di Aberdeen pada Kamis.

Whitehouse, CEO Offshore Energies UK (OEUK), mengatakan akan menyampaikan argumen kuat bahwa Inggris perlu mengutamakan produksi sendiri.

>>> Usai Olahraga, Minum Air Putih atau Isotonik? Ini Kata Dokter

Fahnbulleh, yang baru dipromosikan ke kabinet Andy Burnham hanya dua tahun setelah terpilih sebagai anggota parlemen, dikenal menentang lisensi baru minyak dan gas meskipun Burnham memberi isyarat pendekatan lebih liberal.

Whitehouse mengaku terdorong oleh pernyataan awal Fahnbulleh bahwa ia akan bersikap pragmatis.

Dukungan Serikat Pekerja dan Publik

Ia menekankan bahwa pesan tersebut kini mulai diterima, dengan serikat pekerja GMB dan Unite mendukung kelanjutan produksi minyak dan gas bersamaan dengan transisi menuju net zero.

>>> Vozinha Kalahkan Unai Simon di Best 11 Piala Dunia 2026

Data Opinium menunjukkan 71% publik Inggris mendukung prioritas produksi energi dalam negeri, sementara hanya 9% yang tidak peduli dari mana energi berasal.

Whitehouse juga memuji Michael Shanks yang diangkat kembali sebagai menteri energi atas keterlibatannya dengan industri, meskipun ia mendorong strategi net zero.

Ia berharap pemerintahan baru dapat melakukan reset dalam bahasa dan kebijakan, termasuk mempercepat proyek seperti Rosebank dan Jackdaw serta pencabutan pajak keuntungan minyak dan gas.

>>> Apakah Film Juminten Edan (2026) Bakal Lanjut Season 2?

Whitehouse menolak mengomentari secara langsung pemindahan Ed Miliband dari departemen energi, hanya mengucapkan selamat atas peran barunya sebagai Menteri Luar Negeri.