Keputusan pengembang Final Fantasy 10 untuk meninggalkan nuansa fiksi ilmiah dan beralih ke fantasi dipicu oleh produksi trilogi film The Lord of the Rings.

Dalam wawancara peringatan 25 tahun game tersebut, produser Yoshinori Kitase mengungkapkan bahwa tim awalnya merancang Final Fantasy 10 dengan pendekatan fiksi ilmiah, mengikuti jejak Final Fantasy 7 dan 8.

>>> Mengapa 25 Developer Indie Menolak Generative AI: "It Creates Lesser Games"

Namun, saat mengetahui bahwa The Lord of the Rings sedang dalam produksi, mereka melihat fantasi sebagai tren global besar berikutnya dan mengubah arah pengembangan.

Final Fantasy 10 mulai dikembangkan pada 1999 dan dirilis pada 2001, beberapa bulan sebelum The Lord of the Rings: The Fellowship of the Ring dan Harry Potter and the Philosopher's Stone sukses di bioskop.

>>> Penembakan di Asheville Tewaskan Dua Orang, Tujuh Luka-Luka

Kitase menjelaskan bahwa keputusan itu juga dipengaruhi oleh keinginan penulis skenario Kazushige Nojima untuk mengeksplorasi atmosfer fantasi yang tidak berakar pada Eropa abad pertengahan, melainkan pengaruh Timur.

Meskipun beralih ke fantasi, jejak fiksi ilmiah masih terlihat di beberapa bagian game final.

>>> Kongres AS Hadapi Krisis Polarisasi dan Kapasitas Institusional

Kisah ziarah Yuna dan perjalanan Frodo pun memiliki kemiripan: kedua karakter tragis memikul beban berat untuk menyelamatkan dunia, dengan risiko kematian di ujung jalan.